#3SRIKENDI – Life, Lies, Lesbian

106
2912
views
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Kisah 3 sahabat yang memiliki perbedaan karakter, wilayah tempat tinggal serta profesi pekerjaan, namun memiliki satu persamaan, mereka sama-sama penyuka wanita.

Sabtu ini di Jakarta, matahari tidak menunjukkan keberadaannya. Bumi sudah diguyur hujan sejak pagi. Ada yang bahagia menyambut hujan, ada juga yang sedih di kala hujan.

Canda terbangun di kamar hotel. Sisi tempat tidurnya kosong. Bahkan tas dan pakaian Ayla pun sudah tidak ada di tempat. Canda merasa benar-benar ditinggalkan dalam ketidakjelasan dan situasi yang membingungkan untuk dirinya. Ia beranjak dari tempat tidurnya untuk meraih gelas dan membuat minuman di meja hotel sambil membuka gorden. Diseruputnya perlahan secangkir kopi sachet yang tersedia sambil memandang langit Jakarta yang mendung dan hujan. Hari itu benar-benar kelabu bagi Canda. Ia mencoba menelepon Ayla, namun HP-nya tidak aktif. Canda tidak menangis, ia hanya merasa kesepian dan kosong berada di ruangan yang seharusnya tidak diisi hanya olehnya.

Tawa tidak tidur dengan nyenyak, sehingga tak butuh waktu lama baginya untuk kembali terbangun di Sabtu pagi saat hujan turun cukup deras. Ia menyalakan TV, memindah-mindahkan channel meski tidak tahu apa yang sebenarnya ia cari. Rasanya sangat malas untuk beranjak dari tempat tidurnya. Tak lama kemudian HP-nya mulai bordering. Telepon dari Mitha. Seketika Tawa merasa ragu untuk mengangkatnya. Diabaikannya dering telepon dan tangannya gesit mengubah setting ke mute mode. Namun si penelepon tampaknya kekeuh sampai terlihat 5 missed call dari Mitha.

Jam 09.00, di rumah Lola dan Kinara sudah tersedia sarapan di meja makan. Lola terbangun dari sofa dan merenggangkan tubuhnya karena tidurnya tidak terlalu nyaman. Namun ia sedikit heran karena tiba-tiba ada selimut di badannya. Lola bangun dari sofa dan melihat ada sandwich keju dan segelas susu yg telah disiapkan, namun tidak terlihat ada sosok Kinara. Karena merasa lapar, Lola duduk di ruang makan lalu melahapnya. Selesai sarapan, ia menuju kamarnya di lantai atas. Lola agak ragu untuk membuka pintu kamarnya, takut seperti semalam kalau ia dikunci dilarang masuk kamar. Lola menarik nafas, lalu membuka gagang pintu dan ternyata tidak terkunci. Di kamar sudah ada Kinara yang duduk bersandar pada kepala tempat tidur sambil membuka laptop dan membaca sesuatu.

“Sayang…” dengan halus Lola mencoba membuka percakapan, “Masih marah nggak sama aku?”

Kinara masih diam saja dan mulai menatap Lola yang berdiri di ujung tempat tidur berhadapan dengannya.

“Sini, kita perlu bicarain hal ini. Sini, duduk di kasur.”

Lola agak sedikit cemas, pembicaraan apa yang akan diutarakan oleh Kinara. Lola hanya bisa pasrah dan berdoa di dalam hati semoga tidak terjadi perdebatan yang melelahkan.

“Kamu udah makan kan?” Lola hanya bisa mengangguk.

“Ok, good. Kalau perut kosong, kamu akan emosi ketika aku jelasin kenapa aku bersikap seperti itu semalam. Mudah-mudahan karena perut kamu udah terisi, kamu makin waras ya, Yang.”

“Ih apa sih, lebay deh kamu.”

“Eits, diem dulu. Giliran aku yang ngomong ya, kamu simak baik-baik dan jangan pernah diulangi. Aku nggak suka kalau kamu pergi cuma berduaan sama Karina, titik. Aku nggak suka. Udah ya, aku nggak bisa jelasin detilnya karena aku nggak  suka aja kamu berduaan sama dia. Sampai malem pula, makan ya makan aja sendiri-sendiri, kan dia bisa drive thru.”

“Lho bukannya gitu, tapi kan..” belum selesai Lola bicara sudah dipotong oleh Kinara.

“Ssst! Kamu mau kita baikan atau nggak?”

“Iya, mau,” wajah Lola memelas meminta dikasihani.

“Ya udah, kalau kamu mau kita baikan itu rules-nya. Atau kamu tidur selamanya di sofa.”

“Lho tapi nanti kan kita kerja bareng terus masa aku nggak boleh ngobrol sama dia? Aneh dong, Yang. Lagian dia nggak lines (lesbi) juga, kalau sikap aku aneh nggak akrab nanti malah jd awkward nggak sih?”

“Lho aku nggak bilang kamu jadi nggak boleh bergaul sama dia. Kalian kerja aja profesional. Aku cuma nggak mau kamu bener-bener BERDUAAN sama dia, apalagi berduaannya setelah selesai urusan kerjaan. Kalau kerja kan rame-rame, so i’m okay with that. Paham nggak sih? I’m serious with that.”

“Iya iya oke. Deal, Yang” Lola senyum bahagia dan lega, ia tahu bahwa Kinara cemburu namun ia tidak ingin memperpanjang itu sehingga ia terima saja semua rules yang diberikan Kinara. “Aku boleh cium kamu, nggak?”

“Nggak boleh!”

“Lhooo kenapa? Kan udah baikan? Masa masih nggak  mau dicium sih?”

“Gak mauuuu! Kamu dari bangun tidur belom gosok gigi kan? Terus langsung makan? Iyuh.. Jigongnya kecampur susu dan makanan terus mau cumcum aku yang udah cantik dan wangi gini. Nggaak! Sana sikat gigi duluuu!”

Kinara menolak dicium tetapi Lola dengan sengaja tetap memaksa dan mendekati Kinara. Lola hanya ingin meledek kekasihnya agar tercipta suasana yang cair di antara keduanya dan melupakan sejenak ketegangan dengan bercanda.

Di tempat lain, Canda sedang terengah-engah merasakan saraf-saraf yang menegang menjadi aliran darah yang sangat deras. Tubuhnya memanas dan agak bergetar hampir mendapatkan klimaks. Tubuhnya sudah setengah telanjang, dan hanya ditutupi oleh bed cover putih. Terdengar getaran suara vibrator di kamar hotel yang hening.

Ya, Canda berusaha mendapatkan klimaks dengan sex toys dari rumah, yang semula dibawanya untuk Ayla. Sambil melebarkan kakinya, ia merasakan aliran darahnya yang seperti lepas dari jeratan. Canda menikmati “me time” nya dan ia mulai tak ingin berharap yang lebih dari Ayla. Sambil mengatur nafasnya yang semula terengah-engah, ia membuka aplikasi dating lesbian kembali dan mencari sasaran yang bisa ia jadikan FWB sebagai teman tandeman. Canda memang mudah sekali membuat suasana hatinya kembali turn up.

Sementara itu, Tawa mulai packing. Ia memasukkan beberapa helai pakaiannya ke dalam koper. Ia memang berencana pergi ke luar kota beberapa hari. Di ponselnya nampak ada history panggilan masuk dari Mitha. Weekend ini Tawa berniat menyelesaikan semuanya dengan Mitha. Kali ini grup WhatsApp Lola, Tawa dan Canda tidak begitu ramai dan malah terbilang sepi. Ketiganya tidak saling mengetahui apa yang sama-sama sedang terjadi dan dialami.

Bersambung…

(@lovloveydovey)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

106 COMMENTS

  1. Can I just say what a comfort to discover somebody that truly knows what they’re talking about on the net. You definitely understand how to bring a problem to light and make it important. A lot more people need to check this out and understand this side of the story. I was surprised you’re not more popular given that you surely have the gift.

  2. We stumbled over here coming from a different web address and thought I should check things out. I like what I see so i am just following you. Look forward to looking into your web page for a second time.

  3. I love your blog.. very nice colors & theme. Did you design this website yourself or did you hire someone to do it for you? Plz respond as I’m looking to construct my own blog and would like to know where u got this from. thanks

  4. You can certainly see your expertise in the work you write. The world hopes for more passionate writers such as you who aren at afraid to mention how they believe. All the time follow your heart.

  5. Thank you for every other wonderful article. The place else may anyone get that type of info in such an ideal means of writing? I ave a presentation next week, and I am on the look for such info.

  6. Nice post. I learn something new and challenging on blogs I stumbleupon everyday. It will always be exciting to read through content from other authors and practice something from their web sites.

  7. Very interesting information!Perfect just what I was looking for! I have a hundred times wished that one could resign life as an officer resigns a commission. by Robert Burns.

  8. This particular blog is really cool additionally informative. I have discovered helluva useful things out of this amazing blog. I ad love to go back again and again. Thanks a bunch!

  9. Wow, wonderful blog structure! How lengthy have you ever been blogging for? you made blogging look easy. The total glance of your website is great, let alone the content material!

  10. Purple your website post and loved it. Have you at any time believed about guest publishing on other associated blogs equivalent to your site?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here