A Table for Two

119
4740
views
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

“Kamu yakin dengan semua ini, Nish?” Matanya lurus menatapku, lekat- lekat. Jemarinya erat menggenggam jemariku. Seolah memastikan apa yang aku katakan itu benar, atau mungkin itu salah satu caranya memintaku untuk berpikir ulang. Namun yang jelas, apa yang dilakukannya malah membuat perasaanku semakin gelisah dan semakin tidak menentu.

Kepalaku masih tertunduk sedari tadi. Aku tidak berani membalas tatapannya. Aku bermain dengan kata-kata di dalam pikiranku, memikirkan apa yang harus aku katakan untuk menjawab pertanyaannya. Aku tidak ingin mengacaukan suasana malam ini, atau mungkin sudah.

‘Jangan seperti ini. Sikapmu malah membuatku menjadi semakin bingung. Kamu tahu kan aku tidak pandai dalam membuat keputusan? Aku sudah memikirkan ini berulang kali, memastikan perasaanku dan memantapkan hatiku, berhari- hari. Dan malam ini aku sudah mengatakan semuanya kepadamu.  Semoga saja kali ini aku tidak membuat kesalahan. Jadi, kumohon kepadamu, jangan membuatku untuk berpikir lagi.’

Semua kata-kata yang aku rangkai di dalam kepalaku, hanya mampu aku katakan dalam hati saja. Aku  menganggukkan kepalaku, sebagai jawaban atas pertanyaannya, mengiyakan apa yang sebelumnya aku katakan kepadanya. Jawaban atas penjelasannya.

Aku rasakan genggaman tangannya tidak seerat tadi. Perlahan dia melepaskan genggamannya, membuat jarak antara tangannya dengan milikku. Aku beralih memandangnya, memperhatikannya, yang kini bergantian menundukkan kepalanya.

***

Aku masih bergelung dalam selimut di atas tempat tidurku ketika aku merasakan ada sebuah kecupan mendarat di bibirku. Dingin, tapi membuatku ketagihan.

“Bangun, Sayang. Kita udah janji mau datang ke acara pernikahannya Fiya loh.”

Dengan malas kubuka mataku, mencari sosok dari perempuan yang kusayang itu. Aku menemukannya tidak jauh dari tepi tempat tidurku. Masih dengan handuk yang melilit tubuhnya dan rambut basah yang tergerai sepunggung, aku tarik tangannya hingga terjatuh ke tempat tidur, kemudian kupeluk dia dengan erat.

“Aku menyayangimu. Sangat menyayangimu,” bisikku di telinganya.

“Iya iya. Aku tahu itu kok, tapi sekarang kamu buruan bangun,”  balasnya dengan nada dibuat seolah- olah dia sedang marah kepadaku. Aku gemas sekali, kupeluk dia semakin erat.

“Denish, aku hitung ya! Satu.. Dua.. Ti..”

“Tiga!” Aku potong kalimatnya sebelum dia mampu menyelesaikanya. Kugigit kecil ujung telinganya. Kulepaskan pelukanku, kemudian segera bangun dari tempat tidur dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi sebelum ada lemparan bantal mengenai tubuhku.

“Kelakuan!”

Aku bisa mendengar Disa menggerutu kesal dari dalam kamar mandi dan seperti biasanya, aku terkekeh mendengarnya.

“Nisssh, kamu pake setelan kebaya yang kita beli kemarin yaa. Aku siapin di atas tempat tidur,” teriak Disa.

“Noooooo! Aku pakai celana bahan dan kemeja lengan panjang yang warna coklat saja”, kubalas dengan berteriak juga dari dalam kamar mandi.

“Ah, iya! Tolong disetrikain dulu ya, Sayang,” sambungku dengan masih berteriak dari dalam kamar mandi.

***

Pesta pernikahan Fiya yang diselenggarakan di hotel berbintang ini terlihat begitu mewah. Banyak sekali tamu undangan yang datang.

Sebenarnya aku tidak begitu mengenal Fiya. Fiya teman akrab Disa semenjak SMA dan Fiya tahu Disa berpacaran denganku. Tentu saja banyak teman SMA mereka yang datang ke acara pernikahan Fiya ini.

Sudah lebih dari satu jam aku berpisah dengan Disa. Dia meminta izin untuk bergabung dengan kumpulan teman- teman SMA-nya. Kuiyakan saja permintaannya, sekalian reunian, batinku. Jadi, sekarang aku sedang berkeliling mencari Disa yang sedari tadi tidak terlihat dalam pandanganku.

Mataku tertuju pada sosok yang mirip Disa di sudut ruangan agak jauh dari tempat Disa dan teman-temannya yang berkumpul tadi. Itu benar Disa, karena aku hafal dengan kebaya yang dikenakannya, mirip dengan milikku. Tapi Disa tidak sendiri, ada sosok lain yang berdiri di hadapannya, sedang menggenggam tangannya. Sedangkan Disa hanya menunduk, mengamati ujung-ujung jemari kakinya, tapi aku bisa melihat ada bulir air mata yang jatuh dari matanya.

***

Di dalam mobil menuju ke rumahku, Disa lebih banyak diam. Aku pun enggan berbicara. Hanya deru dari mesin mobil yang memecah keheningan di antara kami.

“Maaf.”

Disa yang duluan membuka gembok di bibirnya.

‘Kenapa? Untuk apa?’

Aku ingin bertanya, namun aku masih enggan bersuara.

Disa meminta untuk diantarkan pulang ke rumahnya saja. Aku mengangguk. Kuarahkan kemudiku, berbalik arah menuju rumah Disa. Dan sepanjang perjalanan ke rumahnya, tak ada satu kata pun yang keluar lagi dari mulut kami.

Sudah lebih dari sepuluh hari sejak Disa meminta diantar pulang ke rumahnya dan selama itu tidak sekali pun kami belum bertemu lagi. Hanya pesan-pesan singkat yang saling kami kirimkan satu sama lain sekadar memberi kabar dan mengingatkan.

Aku sedang rebahan di tempat tidur, karena sakit kepala dari semalam yang tak kunjung hilang. Aku rasakan ada getaran dari handphone-ku, ada pesan masuk dari Disa.

Nish, aku ingin bertemu. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu. Di tempat biasa ya, jam 7 malam.

Seketika tubuhku menggigil. Perasaan buruk tiba- tiba saja menyelimutiku.

***

Sudah lebih dari satu jam kami duduk di sini, di sudut sebuah kedai kopi dekat dengan tempat tinggalku. Malam ini, kedai kopi tidak terlalu banyak pengunjungnya, ada cukup banyak meja-meja dan kursi- kursi kayu yang ditata dengan apik masih sepi tak ada yang mengisi.

Lampu dengan pencahayaan redup dirangkai sedemikian rupa menghiasi pepohonan yang sengaja ditanam untuk menambah suasana nyaman di kedai kopi yang tidak terlalu besar ini. Aku suka sekali berlama-lama berada kedai ini, bersamanya, dulu.

Kami sengaja memilih tempat duduk di sudut kedai ini yang tidak terlalu banyak lalu lalang orang. Kami duduk saling berhadap-hadapan. Minuman yang kami pesan pun mulai dingin karena tidak kami sentuh sama sekali.

“Hei Disa, kamu kenapa?” Kuusap lengannya untuk memastikan dia baik- baik saja. Aku hanya mendapatkan gelengan kepala untuk jawaban dari pertanyaanku.

‘Apa kali ini aku membuat keputusan yang salah lagi? Aku rasa itu tidak mungkin. Seharusnya ini menjadi keputusan yang terbaik buat kami.’

Disa mengangkat kepalanya. Kali ini kedua mata kami saling bertemu, saling menelisik, mencari jalan keluar dari pekatnya kabut yang semakin menebal di mata kami. Disa menatapku tanpa berkedip sekian detik. Tiba-tiba saja ada aliran air turun dari sudut matanya, turun membasahi pipi dan punggung tangannya.

“Denish, aku tidak tahu. Aku benar-benar tidak tahu harus berkata dan berbuat apa. Aku memang datang dengan harapan untuk mendapatkan jawaban seperti ini darimu, tapi aku tidak tahu aku akan menjadi seperti ini di hadapanmu.”

“Kamu tidak perlu mengatakan atau melakukan apa pun, Dis.” Kini aku menggenggam erat jemarinya. Berusaha menenangkan dan membuat perasaan Disa menjadi lebih baik.

Perlahan, kedua ujung bibirnya membuat lengkung senyuman, menampakkan lesung di pipinya. Disa tampak semakin cantik malam ini. Meski tanpa riasan di wajah dan model pakaiannya yang tidak jarang membuatku geleng-geleng kepala, Disa akan selalu tampak cantik dan menawan.

“Semuanya sudah selesai, Dis. Masa- masa sedih dan luka di hati yang menyakiti kita harus segera diakhiri. Memang, aku merasa terluka, tapi kita tidak punya pilihan lain bukan?”

“Maafkan aku, Nish.”

“Tak apa. Kamu tidak perlu merasa bersalah. Bukankah kita sudah pernah membahas ini sebelumnya?”

Disa menganggukkan kepalanya. Dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tas yang sedari tadi berada di pangkuannya, kemudian memberikannya kepadaku.

‘Aku sudah tahu, hari dan perasaan semacam ini pasti akan datang kepada kami.’

Sebelum Disa mulai berbicara lagi. Aku mendahulinya.

“Tenang saja. Aku akan menyimpan ini baik- baik. Aku harap kamu tidak akan mengungkit- ungkit tentang hal ini lagi.”

Disa mengangguk. Sekali lagi, ujung- ujung bibirnya bergerak membentuk sebuah senyuman.

“Terima kasih, Nish.”

Kumasukkan kalung berliontin yang menyerupai bentuk hati, inisial dari nama kami yang dulu kupesan khusus untuk merayakan hari  bahagia kami ke dalam saku jaketku.

Handphone Disa berdering. Dia berdiri, meminta izin untuk menerima panggilan yang masuk ke handphone-nya. Namun, tidak lama dia kembali ke tempat duduknya.

“Duh, Nish. Maaf. Kayaknya, aku harus balik sekarang.”

Aku paham maksud dari perkataan Disa. Aku mengangguk. Tak lupa kuberikan senyumku sebelum dia beranjak pergi.

“Oh, iya! Kamu jangan lupa! Kamu sudah janji sama aku.”

“Siap, Ndan!” Kusempurnakan sikapku dengan memberi hormat kepadanya. Kami berdua tertawa.

Disa berbalik arah, menjauh dariku. Mataku terus mengikuti langkah kakinya yang berjalan keluar dari kedai kopi ini. Seorang pria telah menantinya di ujung sana. Pria yang telah membuat perempuanku memilih untuk mengubah jalan takdirnya yang pernah dirajut bersamaku. Disa melambaikan tangannya sebelum benar-benar menghilang dari pandanganku.

Minuman kami kini telah benar- benar dingin. Tak ada satu pun bekas kecup yang tertinggal di bibir cangkir kami. Dingin.

Aku rasa aku pun harus pulang. Aku butuh tidur, kepalaku menjadi semakin sakit. Selain itu, masih ada hari-hari esok tanpa Disa yang harus aku lalui.

Aku beranjak dari kursi dudukku. Tak lupa kubayar minuman pesanan kami. Kutinggalkan kenangan kami di sini, dan janji untuk terus bahagia yang tak mungkin bisa kutepati.

(Ms. Anonymous)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

119 COMMENTS

  1. I see your page needs some unique articles. Writing manually is time consuming, but there is solution for this hard task.
    Just search for: Miftolo’s tools rewriter

  2. It’s in reality a nice and useful piece of information. I am satisfied that you shared this helpful info with us. Please keep us up to date like this. Thank you for sharing.

  3. Every weekend i used to go to see this site, because i want enjoyment, as this this web site conations genuinely pleasant funny stuff too.

  4. It is actually a nice and useful piece of info. I’m satisfied that you simply
    shared this useful information with us. Please keep us up to date like this.
    Thanks for sharing.

  5. you are actually a good webmaster. The web site
    loading speed is amazing. It seems that you are doing any unique
    trick. Moreover, The contents are masterwork. you have done a excellent task on this matter!

  6. I’m not sure why but this site is loading extremely slow for me.

    Is anyone else having this problem or is it a issue on my end?
    I’ll check back later and see if the problem still exists.

  7. I do not know if it’s just me or if everybody else experiencing issues with your blog.
    It appears like some of the written text on your
    content are running off the screen. Can someone else please comment and
    let me know if this is happening to them as well?
    This may be a problem with my browser because I’ve had this happen previously.
    Cheers

  8. Simply desire to say your article is as astounding.
    The clearness in your post is simply cool and i can assume you’re
    an expert on this subject. Well with your permission let me to grab your feed to keep updated with forthcoming post.
    Thanks a million and please keep up the enjoyable work.

  9. Hey there! I’ve been reading your website for some time now and finally
    got the courage to go ahead and give you a shout out from Huffman Tx!
    Just wanted to say keep up the fantastic work!

  10. Heya are using WordPress for your site platform?
    I’m new to the blog world but I’m trying to get started and set up my
    own. Do you need any coding knowledge to make your own blog?
    Any help would be greatly appreciated!

  11. Wow! This blog looks just like my old one! It’s on a completely different topic but it
    has pretty much the same page layout and design. Excellent choice of colors!

  12. Hi there! This post could not be written any better!

    Looking at this article reminds me of my previous roommate!

    He continually kept preaching about this. I’ll send this
    information to him. Fairly certain he will have a great
    read. Thanks for sharing!

  13. Excellent blog right here! Also your site rather a lot up
    very fast! What web host are you using? Can I am getting your associate link in your
    host? I wish my website loaded up as quickly as yours
    lol

  14. Hey just wanted to give you a brief heads up and let you know a
    few of the pictures aren’t loading correctly. I’m not sure why
    but I think its a linking issue. I’ve tried it in two different browsers and both show the same results.

  15. I’m impressed, I have to admit. Rarely do I come across a blog that’s equally educative and amusing,
    and without a doubt, you have hit the nail on the head.
    The issue is something that not enough folks are speaking intelligently about.
    I’m very happy I came across this in my hunt for something regarding this.

  16. You really make it seem so easy with your presentation but I find this topic
    to be actually something which I think I would never
    understand. It seems too complicated and extremely broad for me.
    I’m looking forward for your next post, I’ll try to get the hang of it!

  17. Hi there, just became alert to your blog through Google,
    and found that it is truly informative. I am gonna watch out for brussels.

    I’ll appreciate if you continue this in future.
    Lots of people will be benefited from your writing. Cheers!

  18. I am now not certain where you’re getting your info, however good topic.

    I needs to spend a while finding out much more or working out more.
    Thanks for fantastic information I used to be searching
    for this information for my mission.

  19. Sorry for my English.It as really a cool and helpful piece of information. I am happy that you simply shared this helpful info with us. Please keep us informed like this. Thanks for sharing.

  20. I’ll immediately grasp your rss feed as I can’t to find your email subscription link or newsletter service. Do you have any? Please let me recognise so that I could subscribe. Thanks.

  21. singles dating sites Hey there, You ave done an incredible job. I will certainly digg it and personally recommend to my friends. I am sure they will be benefited from this web site.

  22. It as not that I want to copy your web site, but I really like the layout. Could you let me know which design are you using? Or was it especially designed?

  23. Wow, fantastic blog layout! How long have you been blogging for? you made blogging look easy. The overall look of your site is fantastic, let alone the content!. Thanks For Your article about sex.

  24. Visit this I was suggested this web site by my cousin. I am not sure whether this post is written by him as nobody else know such detailed about my trouble. You are wonderful! Thanks!

  25. I was suggested this website by my cousin. I am not sure whether this post is written by him as no one else know such detailed about my problem. You are wonderful! Thanks!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here