Between Love and Friendship (Chapter 10)

66
775
views
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Accident

Waktu menunjukkan pukul 00.15. Rembulan bersinar indah menghiasi langit kala itu.  Revand, Randy, dan Manda masih terdiam terpaku melihat pemandangan di hadapan mereka. Suasana jalan yang mereka lalui sangatlah sepi dan tidak ada kendaraan lain yang melintas. Ini karena area itu bukanlah jalan utama yang sering dilalui oleh kendaraan.

Mereka melihat enam pria sedang berkumpul mengelilingi mobil yang mereka duga adalah milik Reina, sambil menggebrak dan menggoyang-goyangkan mobil tersebut. Bahkan, beberapa di antaranya mencoba memukul badan mobil tersebut dengan sebongkah balok kayu atau perkakas seperti palu.

Beberapa saat kemudian, pintu mobil di bagian pengemudi terbuka secara tiba-tiba dengan kerasnya, hingga menghantam seorang pria yang sedang menggebrak-gebrak kaca mobil pengemudi. Pria itu jatuh tersungkur ke belakang, karena hantaman dari pintu mobil tepat mengenai wajahnya. Muncul seorang perempuan dari kursi pengemudi, dan langsung menendang pria lainnya yang berada di depan pintu kanan belakang mobil. Pria kedua itu pun langsung terjatuh kesakitan, karena terkena tendangan keras di sekitar selangkangannya.

Selanjutnya, perempuan yang tak lain adalah Reina itu, langsung menutup kembali pintu mobil, menguncinya, dan berlari menuju pria ke tiga yang berada di depan mobil. Pria ke tiga itu juga sukses terjatuh terkena hantaman Flying Kick dari Reina. Tidak terima temannya diperlakukan seperti itu, ketiga pria lainnya yang tadinya berada di sisi kiri mobil, mulai maju dan mencoba mengeroyok Reina.

Pria ke empat mencoba memukul Reina dengan sebongkah balok kayu di tangannya, dan secara bersamaan, pria ke lima mencoba memukul dengan tangan kosong. Reina dapat menangkis hantaman kayu tersebut sambil menghindar dari pukulan pria lainnya. Selang beberapa detik, langsung saja Reina menghantamkan Do Mawashi kepada pria yang mencoba memukulnya. Pria itu jatuh dan pingsan.

Akibat melakukan Do Mawashi, keseimbangan Reina menjadi sedikit oleng dan ia jatuh berlutut. Hal tersebut membuatnya menjadi sedikit lengah. Di belakangnya, pria dengan balok kayu mencoba menghantamnya. Reina kaget dan ia tidak memiliki celah untuk menghindar. Ia pun memejamkan mata, sambil mencoba melindungi kepalanya.

Namun, tiba-tiba terdengar suara pukulan dari arah belakang dan diikuti suara balok kayu yang terjatuh ke jalanan beraspal. Di sisi lain juga terdengar suara beberapa pukulan seperti orang yang sedang beradu tinju. Reina langsung membuka mata, dan melihat apa yang terjadi di sekitarnya. Terlihat dua sosok laki-laki yang sedang berdiri tegak. Di depan mereka sudah tersungkur orang-orang yang tadi menjadi lawannya. Laki-laki itu adalah Revand dan Randy!

“Reina! Lo nggak apa-apa, kan?” teriak Revand sambil membantu Reina berdiri.

“Rei, lo nggak luka, kan?” timpal Randy.

“Ya ampun, kalian jangan ngomong di kuping gue, napa? Gue nggak apa-apa, tenang aja,” jawab Reina sedikit jengkel.

“Kak Reina!” terdengar teriakan dari Manda yang berlari menghampirinya. “Kak Reina nggak apa-apa, kan? Aduh, ada yang luka nggak, Kak?” ucap Manda dengan panik.

“Ya ampun, kalian bersaudara ini sama aja ya paniknya?”

“Gila. Gimana kita nggak panik, Rei?! Ngelihat lo lagi berantem lawan enam orang gitu, Anjirlah!” protes Randy.

“Gila emang lo ya! Untung lo jago karate,” timpal Revand.

“Parahlah emang! Gue lagi galau gini, malah ketemu begal. Nggak nanggung-nanggung pasukannya, kalau begal mobil mah,” ucap Reina.

“Ya gimana nggak ketemu begal, lo-nya aja yang bego! Tengah malam lewat jalan sepi kayak gini!” sahut Randy dengan ketus.

“Ah udahlah, gue lagi nggak pengen diomelin. Mending lo semua ikat ini orang-orang sampe polisi datang,” ucap Reina.

“Ya udah. Manda, tolong ambilin tali di mobil. Ada semacam tali tambang gitu di sana. Rand, lo sama gue jagain dulu ni begal, takutnya kalo udah sadar malah kabur,” sahut Revand.

Saat mereka mengikat tangan dari begal-begal yang sedang pingsan itu, tiba-tiba seorang begal yang berada di dekat Reina terbangun sambil memegang kayu yang ada di dekatnya. Dengan cepat, ia menghantamkan kayu tersebut ke belakang kepala Reina. Reina terjatuh dan tak sadarkan diri, terkena hantaman kayu tersebut. Darah mulai mengalir dari kepala Reina. Begal itu berusaha untuk kabur, tetapi dengan secepat kilat, Revand menerjangnya dan menendang dengan keras, hingga begal itu terjatuh, lalu diikuti oleh pukulan bertubi-tubi dari Revand.

“Reina!” Teriak Randy, diikuti oleh Manda yang dengan cepat menghampiri Reina.

“Bang, kepala Kak Reina berdarah! Cepat panggil ambulans, Bang!” teriak Manda histeris.

Randy bergegas mencari nomor rumah sakit terdekat dan menelpon ambulans. Sementara itu, Revand masih terus memukuli begal tersebut. Emosi dan amarah menyelimuti Revand, karena melihat sahabatnya jatuh tersungkur seperti itu. Ia melampiaskan amarahnya dengan membabi buta. Randy berusaha menghentikan kelakuan Revand itu.

“Vand, cukup! Nanti mati itu orang!” teriak Randy sambil mendorong Revand menjauh.

Tidak lama kemudian, polisi datang diikuti oleh ambulans yang dipanggil Randy. Reina segera dibawa, dan Revand mendampingi Reina di dalam ambulans. Sementara itu, Randy dan Manda mengikuti ambulans itu dari belakang.

Keesokan harinya, R-United dan keluarga Reina berkumpul di Rumah Sakit. Semua ada di sana, kecuali Kinanti yang belum datang. Wajah mereka sangat khawatir, karena sampai saat itu, Reina belum sadarkan diri. Reina mendapatkan banyak jahitan di kepalanya, dan ia juga kehilangan banyak darah. Beberapa menit kemudian, akhirnya Kinanti datang dengan tergesa-gesa.

 

“Vand, Reina gimana? Dia nggak kenapa-kenapa, kan?” tanya Kinanti terengah-engah.

 

Revand hanya diam dan menatap Kinanti dengan tajam. Kemudian ia membuang muka dan menjauh dari Kinanti, tanpa menjawab pertanyaannya. Teman-teman yang lainnya pun hanya terdiam.

“Vand, kok diam aja sih? Rand, Reina kenapa? Kenapa kalian diam aja sama gue?” ucap Kinanti yang mulai menangis.

“Kak Reina masih nggak sadarkan diri, Kak. Kita berdoa aja, semoga dia cepat sadar dan nggak kenapa-kenapa ya,”  sahut Raissa sambil memeluk Kinanti.

“Sebenarnya apa yang terjadi antara lo sama Reina sih?! Kenapa Reina sampai nekat kayak gini, Kin? Ada apa emang?” tanya Rion dengan nada tinggi.

“Udah, Ion. Nggak usah bahas itu dulu sekarang. Kita nunggu kabar Reina dulu aja. Dibahasnnya nanti lagi aja,” timpal Raihan menenangkan Rion yang mulai emosi.

Tidak lama kemudian, dokter keluar menghampiri orangtua Reina. Ia mengatakan bahwa Reina sudah sadar. Mereka bergegas masuk ke dalam kamar tempat Reina dirawat, tetapi segera dicegah oleh seorang suster.

 

“Maaf, Mas, Mbak. Pasien baru sadar dan takut kaget kalau terlalu ramai di dalam. Harap gantian ya,” ucap suster itu sambil tersenyum.

Mereka pun menuruti suster dan kembali menunggu sampai keluarga Reina keluar. Tidak lama setelah itu, keluarga Reina keluar dan mempersilakan mereka masuk. Terlihat Reina dengan wajahnya yang pucat dan kepalanya dibalut perban. Reina menatap bingung teman-temannya yang datang berbondong-bondong seperti itu.

“Halo, Rei. Gue khawatir banget sama lo” ucap Revand sambil menepuk pelan pipi Reina. “Iya, Rei. Mendadak gue kangen sama omongan dan tingkah laku lo yang kayak preman. Huhu,” timpal Rion sambil berpura-pura menangis.

“Kak Rei, sekarang gimana rasanya? Masih sakit banget nggak kepalanya?” tanya Raissa dengan nada khawatir.

Reina hanya terdiam dan tidak menjawab atau merespons pertanyaan dari teman-temannya. Ia menatap mereka dengan tatapan kosong. Ia menatap satu persatu wajah temannya dengan ekspresi kebingungan. Setelah terdiam beberapa saat, Reina berkata kepada ibunya yang saat itu berada di sampingnya. “Ma, mereka ini siapa?”

-To be continued-

(Andaa, @FortuneSeeker__)

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

66 COMMENTS

  1. Hi! I just would like to give a huge thumbs up for the excellent information you’ve got here on this post. I will probably be coming back to your weblog for extra soon.

  2. It’s really a nice and helpful piece of info. I’m glad that you shared this helpful information with us. Please keep us up to date like this. Thank you for sharing.

  3. Good day! This is my first reply on this site so I simply wanted to say a fast hello and tell you I truly enjoy reading your blog posts. Can you suggest any other websites that go over shillong teer target number? I am likewise really fascinated by that thing! Appreciate it!

  4. I’m interested to learn what site system you’re using? I’m experiencing several slight safety difficulties with the most recent blog on homework help sites and I’d love to find something more secure. Have any recommendations?

  5. I was speaking to a buddy of mine on this article and about aptoide apk as well. I think you made a few good points in this case, we’re excited to keep reading stuff from you.

  6. I’m really curious to discover which blog platform you have been using? I’m experiencing a few slight protection challenges with my most recent blog regarding kik messenger download and I’d like to find one thing more secure. Have any solutions?

  7. Thanks a lot for discussing this info, I bookmarked this site. I am additionally struggling to find details about kik messenger for pc, do you know the place where I could discover a thing like that? I’ll be back in the future!

  8. I constantly read through your content closely. I’m also fascinated with aptoide apk download free, maybe you could discuss this from time to time. I will be back.

  9. I am interested to learn which blog platform you have been utilizing? I’m experiencing some slight protection challenges with our most recent website about omega xl supplement so I’d like to find something much more risk-free. Do you have any suggestions?

  10. Hey there, you are definitely right. I frequently read your articles thoroughly. I am also considering mobile number locator, perhaps you could write about this at times. Cheers!

  11. Would you be interested in trading links or maybe guest authoring a blog article or vice-versa? My site discusses a lot of the same subjects as yours and I believe we could greatly benefit from each other. If you’re interested feel free to shoot me an email. I look forward to hearing from you! Awesome blog by the way!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here