Investasi Sejak Dini agar Tak Sesal Kemudian Hari

0
173
views
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Hai teman-teman pembaca SS! How are you, Girls? Udah lama juga gue nggak nulis tentang investasi. It feels like a year. Padahal baru juga bulan puasa yang lalu gue menulis tentang investasi. Jadi, karena ada SS selepas SK, gue jadi bersemangat buat nulis lagi! ‎

Gue udah kangen nulis tentang investasi, kayak gue yang kangen terus sama pacar gue gitu 😛

Berikut ini adalah tips-tips dari gue. Semoga kalian bacanya nggak ngantuk ya. Especially for Lyn 🙂

Sebelum memutuskan mau investasi di mana, lo harus tahu dulu tujuannya apa. Kayak ahli-ahli keuangan gitu. Karena kalau nggak tahu, gimana mau investasi? Itu judi namanya, naruh duit di barang yang lo pun nggak begitu paham. Tujuan investasi buat semua orang tentunya berbeda-beda. Single, married, punya anak ataupun nggak, kerja atau wirausaha, maupun freelance, semua tergantung kebutuhan lo. Kebutuhan satu orang dan masing-masing orang lainnya pasti berbeda. Tapi satu hal yang pasti buat orang kayak gue, hopefully buat lo semua juga, kita nggak mau tetap berada dalam kondisi yang sama pada besok, lusa, tahun depan. Maunya pasti kondisi keuangan naik ke atas kan pastinya?

Nggak ada yang mau terjerat hutang. Makanya hidup idealnya sesuai kebutuhan, jangan cuma berdasarkan keinginan.‎‎ Menurut gue, salah satu skill yang harus dikuasai dalam hidup adalah investasi. Ada orang-orang yang memang sudah mengerti konsep ini seperti bakat dari lahir, even mereka nggak dapat pendidikan formal. Mereka mikir, gimana caranya muter duit dari duit nganggur yang mereka punya. Salut! Orang-orang yang masuk di tempat ini, mungkin duit yang masuk dari investasi mereka bisa 5-6 persen dari modal yang mereka tanamkan.‎ Ada juga orang-orang yang memang tertarik dan belajar dengan formal saat kuliah, ditambah dengan seminar dan pengalaman kerja. Itu yang gue lakuin sih, berhubung memang gue nggak dapat pendidikan investasi dari keluarga. Tapi sedari kecil gue pengen kaya, jadi gue cari tahu nantinya gue harus kerja jadi apa. Selain itu gue juga terinspirasi sama Warren Buffet.‎

Di tulisan kali ini, nggak akan ada tulisan tentang apa itu reksadana, deposito, saham, yang selama ini banyak gue tulis. Kali ini, gue akan coba nulis hal-hal yang pengen gue kasih tau ke diri gue dulu sebelum gue mengerti banyak tentang investasi.

1. Gue harap gue tahu buat mulai investasi lebih awal, lebih cepat lebih baik, daripada kebanyakan ngafe, karaoke, dan ngopi, harus ada porsi spesial buat investasi. Masa buat pacar bisa, buat investasi nggak bisa sih? Apalagi ketika single, mestinya bisa saving. Jangan minum-minum dan kebanyakan nongkrong terus, at least tiap bulan sisihkan 30 persen buat investasi. Kalau udah taken juga pasti ada aja kok rejekinya, misalnya dari bonus tahunan. Nah, ini juga bisa dipotong di depan buat dimasukin ke reksadana atau instrumen yang lo mau. ‎Percaya deh kalau udah benerin diri sendiri, pacar akan datang dengan sendirinya. I mean, logikanya cewek tertarik sama orang yang mandiri kan, ketimbang tipe yang benalu? Kalo lo lagi pedekate dan calon pacar nggak jelas kerjanya dan apa tujuannya, tinggal aja! Percaya deh, daripada kita nanti kebawa jadi nggak jelas juga.

2. Gue harap gue dari dulu membagi biaya pacaran gue. Ini penting banget nih, bukan karena gue pelit atau perhitungan, tapi memang kalau semua dibagi dua sih, logikanya bisa investasi lebih banyak, kan? Bisa numpuk harta buat beli rumah. Yah, pacaran itu biasanya ada satu pihak yang lebih dominan sih, wajar banget kok. Tapi jangan sampe lo yang bayar semuanya. Dalam kasus ini, entah si pacar itu keenakan dibayarin, atau dia nggak ada kesadaran. Hahaha, sori ya gue bener-bener sinis sama cewek matre, menurut gue cewek yang morotin pacarnya itu pantesnya ke laut aja deh.

3. Gue harap gue dapet pengetahuan tentang investasi sedari kecil, karena gue baru magang dari kuliah, gue merasa agak telat. Setidaknya kalau gue tahu dari kecil, gue lebih cepat memulai dan tabungan gue bisa lebih banyak. Nggak cuma wasting time ngabisin duit nggak jelas. Mending gue belajar bunga berbunga, cara menumpuk kekayaan di properti, reksadana, emas, dibanding bela-belain pacaran sama mantan gue yang psycho waktu itu. *Mana jauh lagi kan di Kramat Raya, ongkos transport aja mahal #jadicurcol‎.

4.Gue harap gue dapet mantan dan teman-teman yang nggak matre, kalau matre, gue harap gue nge-cut secepatnya. Bukannya gue parno, tapi ya itu kenyataan. ‎Banyak orang matre di luar sana, yang kalau bayar pada sok bego dan nggak mau keluar duit. Malesin banget nggak sih? Jadi coba selektif dalam memilih teman dan pacar. Tanya kerjanya di mana, tinggalnya di mana, terutama kalau bilangnya dari luar kota dan mau ke Jakarta. Selektif tuh sah-sah saja, pilih pacar saja bisa pakai banyak kriteria, demikian juga dengan teman? Pernah dengar tentang lima orang terdekat dapat menggambarkan kepribadian kita? Nah, makanya pilih teman yang benar, karena itu gambaran dari kita masing-masing.

5. The best way to invest is to do it. Ya mulai aja sekarang, abis nanya-nanya macem-macem kalau nggak dilakuin sama aja bohong. Kalau lo ketemu gue dan nanya “Mel, gue mau invest, apaan sih saham?” Kayanya bakal gue cuekin deh, karena kalau memang niat investasi, lo akan cari info dari segala sumber, kayak gue yang kepo pas lagi pedekate. Masa buat hal pribadi bisa kepo, tapi buat tahu cara investasi lo minta diajarin dari awal? Jadi, banyak baca, banyak tanya, supaya tahu dengan jelas ke mana akan investasi setelah banyak membaca dan bertanya.

Kalau ada yang punya saran atau ide buat gue nulis tentang investasi, feel free buat mention gue di @mell_latte. Investasi itu bukan soal benar atau salah, tapi masalah kebutuhan masing-masing.

About author :

Buat para pembaca yang belum pernah baca tulisan gue. Hai, nama gue Mel. Gue andro bukan femme yang anggun dan cool (kata beberapa orang saat gue nulis, gue terkesan femme dan dewasa), sebenernya gue itu andro,  santai, berisik, dan gue bukan tipe orang yang jaim. Style gue juga bisa dibilang agak tomboy. Gue suka pake sepatu kets dan celana jeans, gue juga suka banget pakai kemeja sama kaos, gue nggak pernah dandan kecuali gue harus ke kondangan.‎

Gue kerja di salah satu perusahaan keuangan, dan gue bukan marketing reksadana, karena banyak yang nanya apa sebenarnya profesi gue. Gue seorang pengelola dana yang kerjaanya mengelola dana secara khusus di fixed income atau yang orang sebut dengan ‎obligasi. G‎u‎e‎ bekerja di dunia keuangan hampir 5 tahun, dan gue bener-bener suka sama kerjaan gue. Jadi gue terinspirasi menulis untuk orang-orang yang tertarik dengan investasi. Di kantor, kerjaan gue adalah mengambil peluang yang ada di tengah pasar yang lumayan bergejolak. Asyiknya, gue bisa ketemu banyak orang yang menurut gue sendiri penting dan banyak makan (gue rakus kayak pacar gue). Selain itu gue juga perlu banyak baca dan bikin report seperti anak kuliahan.

(Mell, @mell_latte)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here