Jas Putih Tata (Part 1)

25
423
views
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

1 Februari 2016

Entah apa yang Ryan maksud, dia membawaku ke Capital 8 Cafe, tapi tak ada satu orang pun pengunjung di sana. Hanya ada pegawai kafe memperhatikan kami. Suasananya pun berubah. Di tengah-tengah kafe itu ada kolam kecil, dan sekarang ada bunga berbentuk hati di atas kolam kecil itu. Di kanan kirinya pun banyak bunga-bunga, seperti habis ada acara pernikahan saja.

Aku masih celingukan sambil kebingungan dalam tuntunan tangan Ryan. Ryan tiba-tiba berhenti. Lalu menatapku. Ada apa ini?

Ryan berlutut. Tidak. Jangan-jangan Ryan…

“Lanuna, would you marry me?”

Benar saja apa yang aku pikirkan. Ryan sengaja melakukan ini. Sengaja membawaku ke tempat yang sudah dia persiapkan. Tempat yang sudah indah, dan hari ini jauh semakin indah karena tambahan dekorasi yang membuat mata enggan berkedip.

Tidak. Bagaimana ini? Kalau Ryan sampai melamarku, bagaimana dengan Tata. Sampai saat ini bahkan Tata belum tahu kalau aku dan Ryan sudah bersama sejak September lalu. Kalau saja ibuku tidak masuk rumah sakit, kalau saja ibuku bukan teman ibunya Ryan, mungkin aku dan Ryan tidak akan sedekat ini. Tapi apa yang harus kukatakan pada Tata? Aku harus bagaimana, Ta? Aku tak mungkin menolak Ryan, aku sudah berusaha menjauhinya, bahkan aku sempat membentak ibuku karena aku jengah. Ibu terus saja menjodoh-jodohkanku dengan Ryan, sampai-sampai vertigo dan darah tinggi ibu kumat dengan hebatnya sesudah pertengkaran aku dengannya. Ibu harus dilarikan ke rumah sakit dan dirawat beberapa hari di sana. Aku tak mau melihat ibuku menurun lagi kondisinya. Aku tak sanggup melihat ibu seperti itu, Ta. Aku bingung.

Aku terus memacu mobilku malam itu, pikiranku tak karuan. Aku tak tahu mau ke mana, aku harus bicara sama kamu, Ta. Namun aku masih belum sanggup. Aku hanya bisa berputar-putar di jalanan Bandung, sebelum menuju ke kosmu. Bagaimana pun akhirnya aku harus jujur padamu.

Aku tahu mungkin saja setelah aku bicara ini, kamu tak mau mengenalku lagi. Namun aku benar-benar dilema, tak tahu harus bagaimana. Biarlah Tata menganggap aku salah selingkuh dengan Ryan, aku tak tahu harus berbuat apa lagi. Sesayang apapun aku pada Tata, aku tetap harus menikahi Ryan. Bagaimana pun juga, aku tak ingin mengecewakan ibu lagi.

Terkadang aku benci tinggal di sini, dengan budaya wanita di atas 25 tahun harus segera menikah, dengan pemikiran bahwa wanita setinggi apapun pendidikannya akan tetap berakhir di dapur, dengan kebiasaan bahwa wanita sesukses apapun harus tetap meninggalkan kariernya demi suami dan anaknya.

Damn, aku bukan wanita seperti itu. Bertahun-tahun aku sekolah, lalu membangun karier, sekarang aku harus menikah. Dengan seseorang yang ibuku mau. Bukan dengan seseorang yang aku cintai. Padahal beberapa tahun belakangan ini aku mencintai lelaki pun tidak.

Pikiranku benar-benar kacau, aku tak bisa berpikir jernih, yang aku bisa lakukan saat ini hanya menangis dan menangis.

***

“Tata…” Aku masih dalam keadaan galau, masih belum bisa menghentikan tangisku, tapi aku harus bertemu Tata dan membicarakan semuanya.

“Kamu kenapa, Sayang? Kok datang-datang malah nangis gitu, jelek ih.” Tata membukakan pintu kosnya. Orang yang ada di depanku inilah yang aku cintai, satu-satunya orang yang bisa menghentikan tangisku dalam peluknya. Hanya dia yang bisa memperlakukan aku dengan benar.

Take a deep breath, Nun, harus bisa bicarakan semuanya dengan Tata. “Aku perlu bicara sama kamu, aku nggak bisa gini terus.“

“Nih minum, Yang. Biar agak tenang. Kalau udah tenang, baru cerita ya, Cantik. Udah jangan nangis terus, nanti cantiknya luntur, lho.”

Mendengar Tata bicara seperti itu tangisku malah makin menjadi. Tata, hanya dia yang aku butuhkan dalam hidup. Bagaimana mungkin aku harus meninggalkan Tata, demi Ryan yang bahkan aku cintai pun tidak. Ah, hidup ini benar-benar tak adil.

Tata diam, hanya ada suara tangisku, dia memelukku meskipun sepertinya dia kebingungan, yang dia tahu, dia harus menenangkanku.

Mulutku rasanya terkunci, aku ingin bicara tapi entah harus mulai dari mana. Aku belum siap jika nanti Tata pergi dariku setelah aku bicara, tapi aku tetap harus bicara, Tata harus tahu.

“Ta..” Dengan sekuat tenaga rasanya aku harus berjuang membuka mulutku, “Aku mau bicara sama kamu, aku perlu jujur sama kamu.”

“Iya, Yang. Bicara aja, aku dengerin kok, Sayang.” Raut muka Tata semakin bingung, namun tetap tenang, dia seperti tetap ingin menenangkanku meskipun dia kebingungan.

“Aku tahu, setelah aku bicara ini, kamu pasti marah, bahkan mungkin gak mau kenal aku lagi. Tapi aku harus jujur sama kamu, Ta. Aku nggak bisa nutupin lagi.”

“Nutupin apa, Yang?”

“Aku minta maaf, Yang. Aku udah jahat sama kamu.”

“Jahat apa, Nun? Kamu ngomong apa sih? Aku nggak ngerti.”

Tangisku kembali menjadi lagi. Tuhan, haruskah aku menyakiti orang yang sangat aku sayangi dan memperlakukan aku dengan benar-benar baik ini..

“Aku, aku… Aku dilamar A Ryan, Yang.”

“Hah? A Ryan yang senior kamu di kampus dulu? Kok bisa ngelamar kamu sih, yang? Terus kamu dilamar kok nangis?”

“Maafin aku, Ayang. Aku dan A Ryan sudah pacaran dari September tahun lalu.”

Aku tahu, Ta. Kamu pasti berpikir kalau aku sudah mengkhianati kamu, sudah berselingkuh dari kamu. Namun kamu tak tahu apa yang sebenarnya terjadi padaku, Ta. Aku tahu aku salah sudah menutupi semuanya dari kamu, tapi seandainya kamu tahu, apa yang aku lalui itu bukannya mudah. Bukan hal yang bisa menjadi pilihan ketika ibu yang telah mengandung dan melahirkanmu, mengurusmu dari lahir hingga sekarang, kamu buat sakit hingga masuk rumah sakit dan kondisinya terbilang parah, hanya karena ingin melihat kamu menikah.

Coba bilang, Ta. Apa yang harus aku lakukan? Dan Tata hanya terdiam mematung, aku masih berusaha menberikan penjelasan pada Tata.

“Taaa… Please, maafin aku. Aku sebenarnya nggak jadian sama A Ryan, aku deket begitu aja, mulai dekat lagi pas bulan September ada acara alumni di kampus itu. Aku nggak tahu, Yang, aku nggak tahu kenapa aku bisa jalan sedekat ini sama dia.”

Tata, si butch yang paling kuat yang pernah aku temui, hari ini hanya terdiam tak berkata apapun, hanya tertunduk dan matanya meneteskan air mata. Aku tahu Ta, aku jahat sama kamu. Setelah ibu yang aku bikin menangis hingga sakit, sekarang kamu yang menangis.

Entah apa yang ada di pikiranku saat ini, aku pun tersiksa dengan keadaan ini, Ta. Biarlah kamu pikir aku salah. Biarlah kamu benci aku, atau bahkan tak ingin mengenalku lagi. Kamu masih bisa mencari wanita lain yang bisa menemanimu, biarlah aku pergi dengan lelaki pilihan ibuku. Maafkan aku, Sayang, aku harus pergi.

14 Februari 2016
“Happy Valentine, Lanuna sayang”

Tulisan itu menempel di sebuah buket bunga mawar berwarna pink yang Ryan kirim. Ryan ini memang lelaki yang romantis dan baik, tapi tetap saja aku tak bisa berpaling dari Tata. Pikiranku masih penuh dengan Tata.

Tata, sayangnya Nuna, sekarang lagi ngapain, Ta. Lagi di mana kamu?

Hhh, rasanya ingin aku berlari menemuimu dan memelukmu. Kamu tak tahu betapa aku rindu kamu, Ta.. Sepertinya yang kamu tahu, aku sedang bahagia dengan Ryan. Tak apa, Ta. Kamu harus berpikir seperti itu, supaya kamu cepat bisa pergi dan bisa menemukan wanita lain yang lebih bisa menemanimu. Karena aku tak bisa lagi menemani kamu, seperti yang sudah aku lakukan empat tahun belakangan ini.

1 Maret 2016
Tepat sebulan yang lalu pertemuan terakhir aku dan Tata, pertemuan terburukku dengan Tata. Sampai saat ini aku dan Tata sudah tidak berkomunikasi lagi, meskipun beberapa kali aku sudah mencoba untuk menghubunginya, tetapi Tata tak merespons.

Aku bingung dengan apa yang telah aku lakukan. Bukannya ini yang aku inginkan, putus dengan Tata dengan keadaan aku yang salah, tanpa menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi, supaya dia bisa jalan dengan wanita lain, dan cepat melupakan aku. Namun sampai saat ini malah aku yang masih belum bisa melupakan Tata. Aku masih ingin bersamanya, tapi aku tahu itu tak mungkin mengingat pernikahan aku dan Ryan sedang dalam proses.

Ya, kehilangan Tata membuat hari-hariku memburuk. Badanku demam semenjak kemarin, tapi rasanya sakit apapun jadi tak terasa, ketika hatimu sedang gundah gulana, memikirkan seseorang tanpa henti. Kehilangan seseorang tapi tak ada seorang pun yang tahu, putus dengan kekasih yang sebenarnya tak ingin kamu lakukan. Ragaku di kantor tapi pikiranku melayang selalu kepadamu, Ta. Aku rindu sekali padamu, Anastasia Louisa.

“Astaga Mbak Nuna!“

“Ya ampun! Mbak Nuna pingsan, woy angkat, angkat! Cepet!”

“Angkat sini, ke kursi, Pak!”

“Awas-awas ini mau digotong ke situ!”

“Mba Nuna, Mbak, bangun Mbak!”

“Duh Pak, ini nggak bangun-bangun Bawa ke rumah sakit aja deh, Pak! Takut kenapa-kenapa, ini badannya panas banget.”

“Kita bawa ke Borromeus aja. Anto, Ihsan, tolong bantu saya gotong Nuna ke bawah! Rina, kamu tolong siapkan supir supaya mobil stand by di lobby.

(SashaJulyy, @redvel55)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

25 COMMENTS

  1. This can be the best weblog for anyone who wants to locate out about this subject. You recognize so a lot its almost tough to argue with you (not that I basically would want…HaHa). You surely put a new spin on a topic thats been written about for years. Terrific stuff, just excellent!

  2. Soon after study a few of the weblog posts in your internet site now, and I genuinely like your way of blogging. I bookmarked it to my bookmark web-site list and are going to be checking back soon. Pls check out my web site also and let me know what you believe.

  3. Hey! This is my very first reply on your site so I really wanted to give a fast hello and tell you I really enjoy reading through your posts. Can you suggest other sites which cover garageband for pc? I am as well highly fascinated with that! Thanks a ton!

  4. It was actually great reading this info and I feel you’re completely right. Let me know if you are interested in mobile app developers, that is my major competency. I really hope to see you soon, be careful!

  5. Nice post. I find out one thing far more difficult on distinctive blogs everyday. It will normally be stimulating to read content from other writers and practice a little some thing from their shop. I’d prefer to utilize some using the content material on my weblog no matter whether you don’t thoughts. Natually I’ll provide you with a link in your web weblog.

  6. great points altogether, you simply gained a new reader. What would you recommend about your post that you made some days ago? Any positive?

  7. Greetings from Carolina! I’m bored at work so I decided to browse your site on my iphone during lunch break. I really like the knowledge you provide here and can’t wait to take a look when I get home. I’m surprised at how quick your blog loaded on my phone .. I’m not even using WIFI, just 3G .. Anyways, awesome site!

  8. Hello there! This is my very first comment on this site so I simply wanted to say a quick hello and tell you I truly enjoy reading your blog posts. Can you suggest other sites which go over Arvind Pandit? I am likewise very interested in that! Thank you so much!

  9. I’m truly enjoying the theme of your blog. Do you ever encounter any kind of internet browser compatibility issues? A lot of the site readers have complained about my lucky patcher apk download site not operating the right way in Internet Explorer though looks very good in Opera. Are there any tips to help repair that matter?

  10. Appreciating the commitment you invested in your site and thorough facts you offer. It really is great to find a website from time to time that is just not the same expired rehashed information. Great read! We’ve bookmarked your blog and I am including the RSS feeds to my home intercom system web page.

  11. I was just searching for this information for a while. After 6 hours of continuous Googleing, finally I got it in your site. I wonder what is the lack of Google strategy that don’t rank this type of informative websites in top of the list. Normally the top web sites are full of garbage.

  12. You are absolutely right, I’d love to find out more on this subject! I am as well curious about kodi firestarter download as I think it really is quite cool right now. Keep this up!

  13. Hey, I’m really excited I came across your website, I really discovered you by mistake, while I was searching on Bing for real followers. Regardless I’m here now and would really love to say many thanks for a great blog post and the all-round exciting site (I also like the design), I do not have enough time to look over it all at the moment though I have bookmarked it and also added your RSS feed, so when I have sufficient time I’ll be returning to go through much more. Please do maintain the superb work.

  14. Our LGV (Large Goods Vehicle) HGV training is based in East London, and our LGV/ HGV courses are taught by qualified DVSA LGV & HGV trainers. LGV was formerly known as HGV, where it used to be referred to as HGV Class 2 (now called LGV Category C) and HGV class 1 (Now called LGV Category C+E).

  15. Thanks for your great article! I seriously liked finding out about it.I will be sure to bookmark your site and will come back later on. I wish to encourage you to keep on with the great work, maybe comment on 4k movies online also, have a superb afternoon!

  16. Greetings I am truly delighted I found your blog page, I basically discovered you by accident, when I was looking on Digg for canon printer software. Anyhow I am here now and would simply like to say thank you for a great write-up and the all around entertaining blog (I also love the theme), I do not have enough time to read it entirely at the minute though I have saved it and also added in the RSS feeds, so when I have the time I will be returning to go through much more. Please do continue the superb job.

  17. Hi! This is my first comment on your site so I simply wanted to say a quick shout out and say I genuinely enjoy reading your articles. Can you recommend other websites which go over freight delivery? I’m as well truly intrigued by this thing! Appreciate it!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here