Kebaya Putih Nuna (Part. 3 – Final)

1
207
views
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

29 Maret 2016
Sudah seminggu lebih foto pre-wedding Nuna tak kusentuh. Harusnya segera aku pindahkan ke komputer supaya segera masuk proses editing. Namun rasanya tanganku tiba-tiba kram setiap menyentuh kamera itu.
Maafkan aku, Nun..
Aku belum sanggup.

30 Maret 2016
Semakin dekat saja ke April. “Hmm, mari kita coba lagi sentuh kameranya. Apa kali ini akan tiba-tiba kram lagi?”

31 Maret 2016
Nuna terlihat cantik di semua foto. Dari angle manapun.

1 April 2016
Hari ini 1 April 2016. Sudah masuk bulan nikahnya Nuna. H-16.

2 April 2016
Tata: Nuna sayang..
Tata: Kenapa yang ada di foto itu malah Ryan?
Tata: Bukan aku?
Tata: Kenapa aku nggak bisa lamar kamu?
Tata: Kenapa nggak aku aja yang nikahin kamu?
Tata: Kenapa kita nggak ditakdirkan bersama, Nun?
Adelia Riffany: sehat, Ta?
Adelia Riffany: Salah WA ya lo? :p
Adelia Riffany: ini Adel Syantiek keles, bukan Nuna Sayang :))
Tata: Alhamdulillah setressss, Del. Lagi edit foto prewednya Nuna. Abang nggak sanggup Del liatnya :((
Adelia Riffany: Sabar yah Abang jadi-jadian 🙁
Adelia Riffany: Besok mau ditemenin Mimi Syantiek nggak, biar nggak stress?
Tata: ……..
Adelia Riffany: Tidur, Ta. Udah jam berapa ini.

8 April 2016
Senny Novrianti: Tataaaa
Senny Novrianti: Kok gue nerima undangannya Nuna?
Senny Novrianti: Kalau Nuna nikah, terus lo gimana?
Senny Novrianti: Lo masih kan sama Nuna?
Senny Novrianti: Atau udah putus sih sama dia?

“Oh.. Undangannya Nuna udah disebar ya..”

14 April 2016
Bella Lanuna: *image received*
Bella Lanuna: Bagus nggak kebaya Nuna, Yang?
Bella Lanuna: Nuna lagi fitting terakhir sebelum hari H..
Tata: cantik yang kebayanya.. Tambah cantik lagi kalau dipake kamu, Sayang..
Bella Lanuna: aww, thanks :*


Nuna, kamu itu pada dasarnya udah cantik, tanpa eyeliner, eyeshadow dan eye apalagi lah itu namanya yang lain-lainnya, udah cantik alami. Kebayang kamu pakai kebaya putih itu. Pasti kamu tambah cantik.

Nuna sayang, betapa beruntung Ryan bisa ada di sebelah kamu nanti di pelaminan. Aku berdoa yang terbaik untuk kamu. Doain aku juga supaya semakin kuat dan sanggup liat kamu lebih sering sama orang lain dibanding sama aku. Empat tahun kita bareng-bareng terus, Sayang. Kamu selalu ada kapanpun aku butuh kamu dan sekarang aku harus nerima kalau kamu harus membagi waktu dengan yang lain.

Nuna manisku, hari ini H-3 hari pernikahan kamu. Aku lagi kuat-kuatin diri buat liat kamu besok di acara pengajian sama siraman. Sudah lama juga ya kita nggak bertemu. Ketemu lagi pas kamu acara siraman. Semoga lancar.

15 April 2016
Cengeng. Motret acara pengajian dan siramannya kamu, malah aku yang nangis. Haha. Butch macam apa aku ini ya, Nun.


“Mba Tata, dipanggil Teh Nuna, katanya minta fotoin di kamar,” asisten rumah tangga Nuna menghampiriku sambil terengah-engah, sepertinya dia berlari mengejarku. “Mari diantar, Mbak.”


“Nun, kata Bi Euis mau di fo…” Belum selesai aku bicara Nuna sudah membungkamku dengan bibirnya. Badanku setengah didorong sehingga badanku mendorong pintu hingga tertutup, Nuna berdiri d depanku, menciumku tapi tangannya mengunci pintu. Nuna.. Si mungil yang gesit dan cekatan.
“Hey.. Katanya mau difoto di kamar? Kok disamperin malah nyium?”
“Kangen kamu, Sayang..” Nuna berkata dengan nada rendah, membuat suaranya terdengar menggoda, lalu menciumku lagi. Nuna memang paling pintar membuat suasana mendadak romantis.
“Maafin aku, Ta. Aku belum sempat nemuin kamu, nanti selesai acara semuanya, kita ketemu ya, Yang.”
Wanita semanis ini mana mungkin aku tinggalkan. Seolah dia bisa membuatku melakukan apa saja untuknya. Belum pernah aku jatuh cinta sedalam ini dengan wanita manapun. H-1 pernikahan Nuna. Thanks for the kiss, Nuna.

16 April 2016
Hari H pernikahan Nuna. Nuna yang menikah tapi aku yang tak bisa tidur semalam. Semenjak pukul 7.00 pagi aku dan beberapa temanku sudah ada untuk setting alat perlengkapan untuk dokumentasi pernikahan Nuna.


“Saya terima nikah dan kawinnya, Bella Lanuna Safitri binti Asep Taufiq Ramdani dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar 16 juta 4 ratus 16 ribu rupiah dibayar tunai.”
“Bagaimana, sah?”
“Saaah.”


Kamu terlihat sempurna, Lanuna. Tatanan rias wajah dan rambut yang sederhana namun membuatmu tampak elegan. Cantik. Dengan kebaya putih yang membuat kulit putihmu semakin terpancar aura cantiknya. Kebaya putih itu. Juga cantik. Kebaya yang pernah kamu perlihatkan kepadaku, sekitar dua tahun lalu, bukan? Saat kita berandai-andai jika kita suatu saat nanti bisa menikah. Kamu inginkan kebaya putih yang seperti kamu pakai hari ini, dan aku inginkan setelan jas putih. Kamu tak salah, Lanuna, kamu memang menikah hari ini. Dengan memakai kebaya yang kamu inginkan. Semua sesuai dengan yang kamu impikan saat itu. Namun bukan denganku..

Kebaya putih itu sebagai simbol, kalau kamu mulai hari ini sudah resmi menjadi milik orang lain. Bukan sepenuhnya milikku lagi. Tetapi kamu harus tahu satu hal, aku akan tetap bersamamu. Meskipun akan terasa berat tapi akan selalu kucoba. Meskipun aku belum bisa membunuh rasa cemburuku pada suamimu, akan selalu kuusahakan. Meskipun akan banyak rintangannya, akan selalu kulalui. Semua demi kamu, perempuan cantik berkebaya putih, Lanuna.
(SashaJulyy, @redvel55)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

1 COMMENT

  1. Hello this is kind of of off topic but I was wanting to know if blogs use WYSIWYG editors or if you have to manually code with HTML. I’m starting a blog soon but have no coding know-how so I wanted to get advice from someone with experience. Any help would be enormously appreciated!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here