LIFE OF A BI 2 (PART 12)

0
340
views
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

“Ya, udah. Aku udah jelasin pokoknya. Terserah kamu mau ngambek atau gimana juga,” sore itu aku mengirimkan pesan tersebut kepada Russell via Line.

Aku sedang PMS, jadi masalah kecil pun aku besar-besarkan. Seharian tadi, Russell sibuk membahas Nucky. Ya, Nucky belakangan ini rajin melihat Instastory di Instagram-ku. Entah bagaimana dia bisa menemukan Instagramku, padahal Tiara sudah aku block jauh hari saat aku sudah mulai pacaran dengan Russell.

Russell sudah mengirimkan pesan via DM di Instagram dan malah Nucky yang marah-marah dengan segala kata kasar dan sumpah serapahnya pada Russell. Aku dengan bodohnya meng-klik tombol follow di Instagram Nucky secara tak sengaja. Russell marah padaku atas kejadian itu. Alasan apapun yang aku berikan tak juga meluluhkan amarahnya. Akhirnya kukirimkan pesan tadi dan membiarkannya beberapa hari.

Dua hari kemudian Russell mengirimkan pesan via Line, aplikasi chatting yang sering kami gunakan saat mengobrol. Namun tak aku balas. Kemudian Russell mengirimkan pesan yang sama ke beberapa aplikasi chat-ku, salah satunya di Whatsapp yang kemudian aku balas.

“Iyaaa. Apaaa?”

“Lagi apa, Ica?”

“Udah marahnya, Monc?”

“Udah, Baby  Udah dong, kok malah jadi kamu yang balik marah sih sama aku. Lagi apa? Udah makan belum?”

Dan kami pun melanjutkan obrolan kami seperti biasa.  Sampai saat aku dalam perjalanan pulang dari kantor, kami melanjutkan obrolan kami via telepon.

“Kamu masih di kantor, Monc?”

“Iya nih, kamu lagi di mana ini?”

“Aku mampir Supermarket dulu nih, beli kebutuhan buat besok ke Yogya.”

“Oh iya, besok kamu jadi ke Yogya ya. Jadi semua anak kantor ikut?”

“Ada yang nggak ikut, si Kia doang sih. Yang lain ikut kok.”

“Ya udah, kamu belanja dulu gih. Aku beresin dulu kerjaanku dulu. Selesai ini aku ada janji mau ketemu sama Deedee dan Tria nih.”

“Oke deh. Cepet kelar ya kerjaannya,” aku menutup telepon kami sore itu.

Sudah hampir menuju waktu sholat maghrib, aku bergegas mencari kebutuhan-kebutuhan yang harus aku beli di supermarket itu.

Esok hari, kantorku mengadakan acara gathering ke Jogja. Tadinya aku dan Russell berencana bertemu dis ana. Namun sayangnya karena keadaan yang tidak memungkinkan maka kami membatalkan rencana itu. Jadinya kami berencana bertemu di akhir bulan depan.

Aku melanjutkan perjalanan menuju rumahku. Sesampainya di rumah dan sedang packing untuk besok, suamiku yang sedang berada di luar kota mengirimkan pesan via WA.

“Bu, kalau udah santai, telepon ya.”

Tak lama kemudian aku langsung meneleponnya.

“Lagi di mana, Bu?”

“Udah di rumah kok ini, lagi packing. Ada apa, Yah?”

“Nggak sih, cuma mau nanya aja. Kamu tuh lagi ada hubungan sama orang lain ya?” Jantungku rasanya tiba-tiba copot. Ada apa ini? Kenapa dia tiba-tiba menanyakan hal seperti itu?

“Enggak lah, Yah. Kamu tuh ngomong apa sih.”

“Beneran, Bu?”

“Ya bener lah. Mana ada aku deket sama laki-laki lain.”

“Oh gitu. Kalau sama perempuan? Gimana? Ada lagi deket nggak?”

Astaga! Bagaimana bisa suamiku bisa bertanya hal seperti itu? Bagaimana dia bisa tahu soal itu?? Tenang, Mi. Mimi harus tenang.

“Ya enggak lah. Kamu ini ngada-ngada aja sih kalau ngomong.”

“Oh ya? Kalau Russell itu siapa, Bu?”

Anjing!! Cuma kata kasar itu yang seketika terlintas dalam pikiranku. Bagaimana dia bisa tahu soal Russell? Bagaimana dia bisa tahu dengan jelas nama itu? Tidak mungkin! Ini aku pasti sedang mimpi!

“Halo? Bu? Haha. Kenapa? Kaget? Siapa Russell? Jawab! Tadi katanya nggak ada apa-apa. Kok ditanyain soal Russell langsung diem gitu? Hah?!”

“Russell cuma temen. Jangan suka ngelebih-lebihin .”

“Oh ya? Temen dari mana? Udah, nggak usah ngelak lagi. Aku ada bukti!”

Aku tak tahu harus menjawab apa. Informasi yang dia dapatkan entah dari mana dan bukti seperti apa yang dia maksud, semuanya benar! Aku tak tahu lagi harus bagaimana! Apa yang harus aku lakukan?!

Seketika asam lambungku terasa naik, aku menjadi sangat mual. Ada apa ini?! Kenapa bisa begini?! Apa mungkin Nucky?! Jangan-jangan Nucky marah karena Russell menegurnya kemarin lalu dia membocorkan semua rahasiaku pada suamiku?

Aku segera mengirimkan pesan via WA kepada Russell. Russell pun panik dan langsung meneleponku.

“Kok bisa sih?”

“Aku juga gak tahuu. Aku bingung harus gimana ini, Mooooncc!” Aku menjawab telepon Russell sambil menangis. Aku sangat bingung dengan apa yang terjadi? Bagaimana bisaa?

“Tenang, sekarang kamu beli nomor baru, hubungin aku pake nomor itu. Ya? Udah, kamu tenang. Jangan panik. Jangan liatin kalau yang dia bilang itu benar.”

“Gimana aku nggak panik, Moncc?! Nama kamu disebut jelas tadi! Kenapa dia bisa tahu?” Aku masih menangis dan panik. Aku benar-benar tak mengerti kenapa semua ini bisa terbongkar. “Aku mau ke kantornya Tiara aja! Aku mau nanyain kenapa Nucky tega ngelakuin ini sama aku!”

*to be continued

(Amytha Monica, @amythamonicaa)

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.