Surat Untuk Buby

3
248
views
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Bandung, 21 Desember 2016 18:21 WIB Dear Buby, How’s your day? Mine’s so bad.

Dari tadi pagi aku buka mata, yang aku cari adalah…

handphone

Biasanya untuk mengecek medsos aku dan kamu, cek apa aja yang aku lewatin semalem karena ketiduran, tadi pagi aku bangun tidur pegang…

handphone

Namun untuk apa? Nama kamu udah nggak ada di kontak BBM aku, di Path pun ngga ada. Nggak ada yang mesti aku cek lagi. Kemudian aku mandi dan siap-siap ngantor. Ketika aku bercermin, aku lihat kalung dari kamu masih melingkar di leher aku dengan manisnya seperti biasa. Seketika rasanya sulit untuk bernafas, dan mata aku mulai berkaca-kaca lagi. Take a deep breath, Sha.. Hari ini rasanya aku masih nggak kuat nyetir sendiri, masih ada sisa-sisa Vertigo kemarin. Aku terburu-buru dan bersiap-siap sambil melihat jam di tanganku, jam ini… Jam dari kamu. Lagi-lagi hal yang menempel di tubuhku pun mengingatkan aku akan kamu, membuat aku terdiam sesaat. Aku ambil tasku, tas yang ada gantungan…

bunny furball

warna cokelat dari kamu. Iya, yang waktu kamu kasih pas kamu ke Bandung dan kita ketemuan sama Amel di Ciwalk itu, By. Semuanya serba mengingatkanku sama kamu ya nampaknya.

Terus tadi aku sampai kantor jam 7.20, jam dimana biasanya kamu telepon aku dan bilang akan pergi kantor. Aku menuju tempat absen, sesudah absen aku kembali ke lantai dasar menggunakan lift. Di lift itu biasanya aku kirim Line ke kamu, bilang kalau aku sudah sampai kantor, tapi tadi aku mengeluarkan…

handphone

Buat apa? Aku buka aplikasi Line, aku ketik nama kamu juga buat apa, aku udah nggak bisa chat kamu kaya biasanya. Aku cari sarapan, bingung seperti sebelum-sebelumnya, biasanya aku tanya kamu, bilang “Bubyyyy, aku sarapan apa ya bingung.” Kamu pun biasanya membalas…

chat

-ku sesampainya kamu di kantor. Menyebutkan semua makanan yang biasa aku makan di pagi hari. Tapi tadi pagi aku kebingungan sendiri, mulai kangen bawelnya kamu yang biasanya mengabsen semua makanan yang kamu ingat supaya aku beli sarapan. Berat ya, By.. Baru juga pagi, belum 24 jam dari kontak terakhir kita kemarin. Seharian aku di kantor, biasanya curi-curi waktu untuk chatting sama kamu, hari ini aku cek…

handphone

Buat apa juga? Sepi. Sudah tak ada lagi notifikasi Line yang aku tunggu. Sudah tak ada lagi notifikasi Line yang bertubi-tubi dari kamu. Hanya ada notifikasi dari grup kantor. Kamu tahu mggak, By. Aku tadi nimbang berat badan udah turun sekilo aja. Cepet yah? Eits, kamu sekarang udah nggak boleh larang-larang aku buat diet atau nurunin berat badan lagi. Hehe. Tapi aku kok sedih yah, By, berat badan aku turun? Padahal kemarin-kemarin pengen banget turun, sekarang udah turun malah sedih. Karena nggak ada yang bawelin aku buat jangan diet dan harus makan banyak lagi kali ya? Terus tadi pas aku pulang, aku kok nggak jelas banget ya. Biasanya aku Line kamu atau kamu telepon aku selama perjalanan aku pulang, nemenin aku pulang dari jauh sana, Tapi tadi nggak ada kamu nemenin aku.

Oh iya, kamu udah sampai rumah kan ini? Atau kamu berhenti dulu di jalan terus merokok? By the way, kemarin aku lagi kepengen banget ngerokok, terus pas aku ambil di tas, rokok L.A Menthol kamu masih ada, dan itu batang terakhir. Kemarin aku ambil batang terakhir rokok kamu itu, nggak lama setelah aku balas Line terakhir kamu. Rasanya ingin aku museumkan saja rokok itu. Tapi aku malah menyalakannya, mengisap rokok itu sampai habis. Biasanya rokok itu rasanya manis ya, By? Kemarin rasanya perih banget. Aku pandangin rokok itu terus-menerus, “Rokoknya Buby,” ujarku dalam hati sambil berurai air mata.

Kamu. Benar-benar terus ada dalam pikiranku. Kata-kata yang biasanya kamu bilang padaku masih terus menerus terngiang di telingaku. “Hey, kangen..”, “Makan dulu ayo, Caaa..”, “Cewek banget sih kamu”, “Iya, iya Buby yang salah, iya, Sasha selalu benar.” Masih banyak lagi kalimat-kalimat yang sepertinya enggan pergi dari benakku, malah semakin terulang ketika aku berusaha mengalihkan perhatianku. Buby,

Entah berapa kali hari ini aku terdiam dan teringat kamu, lalu mataku berkaca-kaca tanpa kusadari. Entah bagaimana aku menjelaskan betapa kamu telah melekat dalam keseharianku, Buby. Entah akan seperti apa hari-hariku ke depannya, jika hari pertama aku tanpamu saja seperti ini. Aku menulis surat ini, supaya kamu tahu, betapa aku pun berat menjalani hari pertama tanpa kamu yang biasanya ada dalam hariku. Kamu tahu betapa cengengnya aku dan aku harus berjuang untuk menahan tangisku. Berat memang, tapi apa daya jika keadaan sudah tak mengizinkan kita untuk bersama lagi. Perih rasanya mengatakan ini semua hal yang tak ingin aku katakan sama kamu sebelumnya, tapi akhirnya harus aku katakan jua. Menulis surat ini pun air mataku enggan berhenti. Namun aku harus kuat menahan semuanya, kamu juga di sana harus bisa kuat ya, Sayang. Benar kata kamu, lebih baik kita pisah karena ada perselingkuhan, atau karena perbedaan prinsip atau apalah itu, daripada kita harus terpisahkan ketika kita dalam keadaan baik-baik saja namun semesta sudah tak membiarkan kita bersama lagi. Maafkan aku hanya bisa bersamamu selama satu tahun delapan bulan ini, aku tadinya berharap waktu yang kita punya lebih banyak lagi tapi ternyata hanya sampai disini saja. Harus sebentar saja aku menikmati rasanya dicintai dengan luar biasa.

Aku berterima kasih untuk waktu yang sebentar namun sangat teramat berharga ini. Terima kasih untuk rasa sayang dan cintanya kamu yang begitu besar dan tulus, untuk rasa menghargainya yang selalu menghargai usaha dan pemberian aku, bahkan ketika aku tak sadar sudah melakukan sesuatu untuk kamu. Sekecil apa pun itu kamu selalu bisa menghargai aku, untuk sabarnya kamu yang juara menghadapi aku yang emosional dan gampang banget ngambek, untuk perhatiannya yang belum pernah ada yang memperhatikan aku sedetil kamu, sampai kamu sering bilang aku cewek banget tapi aku nggak ngerti, saking kamu perhatiin akunya. Terima kasih untuk pengertiannya yang sampai kita harus berpisah pun kamu mengerti. Satu hal yang harus kamu tahu,

you are always in my heart no matter what

dan tak ada seorang pun yang bisa menyaingi dan menggantikan posisi kamu dalam hati dan hidupku. Kamu akan selalu ada menemani hari-hariku, meskipun kita sudah terpisahkan seperti apa pun. I love you so much, Buby.

(SashaJulyy, @redvel55)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

3 COMMENTS

  1. It is perfect time to make a few plans for the future and it is time to be happy. I’ve read this post and if I may I wish to recommend you some interesting things or advice. Maybe you could write subsequent articles relating to this article. I want to read more things about it!

  2. I love your blog.. very nice colors & theme. Did you make this website yourself or did you hire someone to do it for you? Plz respond as I’m looking to design my own blog and would like to know where u got this from. cheers

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here