Surat untuk Ibu

0
188
views
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Ladang bahagiaku adalah Ibu.

Sumber kekuatan hidup yang dititip Tuhan untukku, ada pada Ibu.

Kini, dalam jarak dan waktu yang memisahkan aku dengan Ibu, terpanjat untaian doa pada Tuhan, salah satunya semoga Ibu selalu dalam pemeliharaan dan penjagaan Tuhan, supaya manusia yang kupanggil Ibu ini senantiasa menjadi sumber dan ladang bahagiaku.

Dalam jarak, ingin kusampaikan cerita pada Ibu berupa rangkaian kata-kata dalam sepucuk surat. Supaya Ibu tahu, selain ingin kusampaikan rindu, aku juga ingin bercerita.

“Bu, tak perlu lagi kukatakan berjuta kata rindu kepadamu, tentunya Ibu sudah tau, aku akan selalu rindu…

Bu, ingin kusampaikan pula padamu, bahwa selain Ibu, ada satu lagi orang yang kurindu. Orang yang kukasihi seperti aku mengasihi diriku sendiri. Orang yang kehadirannya kunanti di setiap waktu.

Bu, bukankah Ibu pernah bilang kepadaku untuk menciptakan bahagiaku sendiri? Bukankah Ibu pernah bilang padaku bahwa akulah yang harus menghapus pilu?
Kini, aku mampu mencipta bahagiaku. Mampu menghapus pilu, bersama dia yang selalu kurindu. Bersama dia yang suara, tangis dan tawanya terngiang selalu.

Bu, ingin kukabarkan pada ibu bahwa aku anak gadismu, kini telah jatuh cinta dan menjadi seorang perindu.
Aku mencintai dia yang mampu cairkan hatiku yang beku.
Aku mencintai dia yang bersedia hapuskan rasa ragu yang menggebu.
Aku mencintai makhluk yang sama sepertiku.
Iya, Bu…
Aku mencintai perempuan yang bersedia mencintaiku.

Bu, mungkin Ibu akan kecewa padaku.
Namun percayalah, keputusanku bukanlah menjadi sebuah keputusasaan yang akan menghantuiku.
Aku hanya ingin Ibu memberi restu.
Aku hanya ingin Ibu tau, bahwa perempuanku ini telah menjadi tempat singgah, bahkan tempat pulangku.
Tempatku melepas rindu, tempatku mengaduh ketika sakit dan mengadu ketika hidup membuatku terisak dan tersedu.

Bu, andai Ibu tahu bahwa bukan hanya Ibu, melainkan kuharap bumi dan langit turut memberi restu.
Restu supaya kami tetap bersatu meski sama-sama tahu, bahwa jalan yang kami lalui cukup berliku.

Bu, aku begitu mencintainya dengan segenap hatiku.
Lebihnya, kurangnya, lebihku, kurangku, kami saling menguatkan dalam satu.
Aku mengasihinya dengan setulus perasaanku.
Hidupnya, kehidupannya, hidupku, kehidupanku, kami bersama saling menyatu.

Bu, aku begitu mendambanya ketika tak saling jumpa.
Aku begitu merindunya ketika tak saling bertemu.

Bu, aku mencintai perempuanku…
Perempuan itu kekasihku…
Maka, kuharap Ibu dan kekasihku ada dalam lindungan Tuhan, selalu.

Bu, mungkin surat ini tidak akan benar-benar sampai padamu.
Namun doaku untuk ibu, selalu kupanjatkan pada Tuhan Yang Maha Tahu.
Dan aku, anak gadismu tak perlu lagi memintamu untuk selalu mendoakanku…”

Kesayanganmu,

Soer

(Soera, @soerabee)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here