Cinta, Benci, dan Pengabdian

1
256
views
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

“Aku harus bagaimana lagi? Semenjak aku membenci semua tentangmu, aku turut membenci bait-bait indah yang biasa kunikmati. Bahkan yang ingin kumengerti sebelumnya, yang selalu aku bayangkan sebagai akhir yang bahagia. Aku bahkan mulai membenci kata- kata yang kurangkai sendiri.

Aku harus bagaimana lagi? Selain diam dan sendiri yang mampu mengerti diriku, menulis yang membuatku sedikit waras masih juga ingin kau renggut. Menulis membuatku teringat padamu. Rasa sakit dan benci yang semakin tumbuh subur. Aku ingin sekali melupa.

Aku tak lagi percaya pada kata manis yang memuja, tak percaya juga kepada rindu yang katanya tak kunjung habis bahkan ketika sudah diteguk berapa kali oleh temu. Aku bahkan membenci diriku yang menulis ini sambil membayangkanmu. Tidak. Aku membenci dirimu yang memaksaku harus mengingat rasa sakit bahkan ketika yang aku inginkan hanyalah kantuk yang segera tiba. Tapi tidak. Rasa benciku tiba- tiba memuncak. YA! Aku benar- benar membencimu.”

Aku terdiam sejenak setelah tuntas membaca catatan yang tak sengaja aku temukan di antara files tulisanku yang belum terselesaikan. Lagi. Aku mencoba kembali mengingat. Bukan. Lebih tepatnya aku pura- pura mengingat. Aku tahu benar kepada siapa dan kenapa malam itu aku menulis catatan itu.

Sekian kali tanpa sengaja aku membuka catatan itu, sekian kali itu pula aku membacanya. Berulang. Ada perasaan sedih yang mulai menyusup dan pertanyaan-pertanyaan tentang apa dan kenapa yang mendesak masuk memenuhi ruang kepala.  Aku sudah cukup lelah hanya dengan mengingatnya, aku tak ingin lagi memupuk rasa sakit dan benci kepadanya. Aku hanya ingin menyudahinya.

Aku menutup catatanku. Dan kemudian membuka yang lain lagi.

“Lawan kata dari ‘cinta’ bukanlah ‘benci’, tapi ‘pengabaian’. Dan bila kamu membenci saya, berarti kamu masih peduli pada saya dan kita masih saling berhubungan. Dan saya masih punya kesempatan untuk membuatmu merasa lebih baik.” *)

Memaafkan dan menerima. Mungkin dua hal itu hal yang tak mudah aku untuk lakukan saat ini, namun aku sedang berusaha. Bila membencimu malah membuatku semakin teringat tentangmu, mungkin aku harus melakukan usaha yang lain. Dan mengabaikanmu, adalah yang sedang aku usahakan.

*)Desperate Housewives

(Ms. Anonymous)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

1 COMMENT

  1. I’d must check with you here. That is not some thing I normally do! I enjoy reading a post that can make people today think. Also, thanks for allowing me to comment!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here