Good or Bad People?

1
252
views
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Gue suka sekali dengan orang baik. Gue juga suka dengan orang jahat.

Hampir dalam setiap film, biasanya sih sinetron #eh ada peran protagonis dan antagonis. Jika hanya ada peran protagonis saja, alur cerita tidak akan seru dan pasti akan flat, penonton akan jemu dengan karya tersebut. Dan jika dibalik, hanya ada antagonis, pasti film itu seru tetapi akan menimbulkan pertanyaan, apakah di dunia ini sudah tidak memiliki orang baik lagi? 😀

Makanya di setiap karya tersebut, ada saja yang berperan sebagai protagonis dan juga antagonis. Oh iya, jangan lupa ada pemain figurannya lho (yang juga kece pastinya) yang harus diperhitungkan membuat karya tersebut makin asyik.

Lepas dari itu, gue kerap berpikir apakah peran yang sedang gue jalani dalam kehidupan sebenarnya? Kalau gue bilang peran gue protagonis, ah, kayak gue nggak pernah nyakitin orang aja. Kalau gue pikir peran gue antagonis, gue juga nggak yakin, lihat kecoa lagi diusir pakai sapu aja gue nggak tega.

Tapi gue sadar pake banget kok, kalo gue nggak lepas dari yang namanya nyakitin orang, baik disengaja atau nggak (lebih banyak disengaja). Sebenarnya sih nggak pengin nyakitin, tapi gimana ya (namanya juga manusia = alasan klise orang kalau punya salah). Gue minta maaf ya, serius ini gue minta maaf ke semuanya kalau sudah pernah disakitin dan mungkin akan disakitin pada periode berikutnya(?)

Nyakitin orang? Seriiiiiiiiinggggg 😀 Nah, pertanyaannya disakitin? Lebih seriiiiing #eh bukan. Ini sebenarnya yang gue mau bahas, muter dulu yak dari tadi supaya panjang.

Kalau kita disakitin orang, rasanya tuh udah kayak uang tinggal lima rebu di dompet sedangkan gajian masih harus nunggu 20 hari lagi atau kayak mau buang gas eh pas di depan gebetan yang lo incer (jaim dong ya). Ini sebenarnya adalah masalah HATI, perlakuan orang yang nggak enak, perkataan orang yang jlebnya melebihi pisau bermata dua, dan membuat hati kita tersayat-sayat. Apakah lo cuma mau diam saja terhadap kondisi terpuruk ini? Sedangkan orang yang bikin hati lo eneg, nggak peduli. Bahkan dia nggak tahu kalo dia tuh nyakitin kita. Kita memendam perasaan yang bikin galau dan bikin makan pun jadi tak enak, ngapa-ngapain pun jadi tak selera.

Sadar nggak kita tuh diperbudak sama perasaan yang GAJE (nggak jelas), coba ubah pola pikir kita bahwa menyimpan perasaan sakit hati ke orang itu nggak ada gunanya sama sekali, sekali lagi, nggak ada gunanya. Cobalah setiap harinya untuk membersihkan hati, pikiran (bukan dompet) dari hal-hal negatif termasuk perasaan sakit hati. Bohong deh kalo misalnya dimarahin si bos di depan semua karyawan sampe dikatain “pinter” nggak bikin lo sakit hati, atau dihukum Ibu/Bapak Guru karena kita kasih contekan ke teman, padahal bukan kita yang nyontek, kertas ulangan kita diambil dan dikasih nilai 0. Coba ambil hikmahnya, kalau tindakan-tindakan seperti itu terjadi dalam hidup kita itu membuat kita jadi lebih strong (seterooong) untuk nggak melakukan kesalahan yang emang kita lakuin, belajar untuk memperbaiki di kemudian hari. Ataupun emang ada yang buat kita sakit hati padahal kita nggak cari ulah, dia dikirim Tuhan untuk membentuk mental kita supaya tidak jadi mental krupuk.

Intinya, nyimpen sakit hati itu nggak enak. So, enjoy your love, keep on happy and be strong girls.

(Nda, @justcallme_Nda)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

1 COMMENT

  1. my blog

    Attractive part of content. I simply stumbled upon your site and in accession capital to assert that I acquire in fact enjoyed account your weblog posts. Anyway I will be subscribing on your feeds and even I achievement you get entry to consistently qu…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here