Memori Tentangmu (Chapter 2)

1
306
views
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Buatku, pertemuan pertama kita biasa-biasa saja, tak ada yang spesial, mungkin karena aku tahu kamu saat itu sedang mendekati seseorang yang sangat kamu sukai. 

Tiga hari sudah kamu tak menghubungiku setelah pertemuan itu, aku pikir mungkin kamu tak ingin terganggu dalam usahamu mengejarnya, atau mungkin juga aku tak cukup pantas untuk dekat denganmu. Aku juga sudah melupakan pertemuan kita, bukan apa-apa,  aku tak mau berharap banyak akan ada pertemuan berikutnya. Namun tak disangka-sangka, tepat jam setengah dua belas malam kamu meneleponku. Kuangkat telepon tapi tak ada suara. Perlahan kudengarkan dengan seksama, sayup-sayup terdengar kau terisak. Kucoba bertanya ada apa, tapi kamu tak menjawab. Keheningan akhirnya pecah saat dalam isakmu kau bercerita dipermainkan olehnya. Aku hanya bisa diam. Selang beberapa detik, aku berjanji bahwa aku akan selalu ada untukmu. Entah setan mana yang merasukiku hingga aku bisa berkata demikian.

Seketika kamu membisu mendengar ucapanku tadi. Mungkin kamu tak percaya atas apa yang aku ucapkan. Setelah agak lama barulah kamu bisa dengan tenang bercerita bahwa kamu telah bertemu dengannya, dan dia mencampakkanmu setelah semua yang telah kamu lakukan untuknya. Kamu juga bercerita banyak hal tentang dia yang membuatku semakin memahami perasaanmu kepadanya.

Setelah malam itu, seperti yang sudah-sudah, kamu meneleponku tanpa henti. Pagi, siang, malam, bahkan ketika kamu terjaga tak bisa tidur. Kamu bisa meneleponku sampai tertidur. Sejak saat itu, kau terbiasa memintaku menemanimu tidur walaupun itu hanya melalui telepon. Setelah pertemuan pertama itu, kita semakin tak terpisahkan. Terkadang aku yang mengunjungimu, terkadang kamu yang menemuiku. Karena seringnya kita bertemu, aku  merasa nyaman bila berada di dekatmu. Aku jadi bertanya-tanya pada diriku sendiri,  apakah aku mulai menyukaimu? Entahlah. Aku tak tahu. Mungkin aku hanya terbawa perasaan saja setelah sekian lama menutup diri dari siapa pun.

Aku tak mengerti dengan diriku, sepertinya aku tergantung kepadamu. Bila kamu tak meneleponku di waktu yang biasanya, aku gelisah. Pernah aku menangis ketika tahu kamu pergi dengannya sepulang kerja, dan kamu seolah tak peduli dengan perasaanku. Ya, aku telah jatuh cinta kepadamu.

 

(Fiore)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here