Pulau Lombok Untuk Cinta di Segala Musim

146
2285
views
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Pasti ada, orang-orang yang memilah kota-kota di sepenjuru dunia ini berdasarkan musim cinta mereka. Roma untuk pernyataan cinta, Paris untuk perayaannya, Tokyo saat hubungan memanas, Ho Chi Minh ketika putus, Ibiza saat kembali lajang. Efek sampingnya, kadang terjadi yang namanya “trauma kota”, malas dan anti datang ke kota tertentu karena di beberapa sudutnya berserakan kenangan lama yang selalu coba dilupakan. Kamu begitukah?

Jangan dong, setiap kota berhak jadi favorit di segala suasana. Tinggal bagaimana menikmatinya dengan tepat. Kelu menusuk hati yang kita pungut di kota A pada saat tertentu, tak selalu akan menyapa kita kembali pada saat yang lain. Siapa yang tahu, ada bahagia yang menanti kita di sana, yang terhalang perjumpaannya hanya karena label trauma.

Biar kupilihkan satu pulau, tempatmu bisa menikmati semua musimmu. Tidak usah jauh-jauh, sekitar dua jam penerbangan ke timur Indonesia. Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat. Setiap tempat dalam daftar rekomendasi saya ini bisa dibolak-balik sesuka hati, sesuaikan saja dengan perasaan yang paling menyesaki hati dan kepalamu. Menangani hati ada kalanya butuh ilmu Tai Chi, diikuti saja maunya jangan dilawan. Toh masih ada logika sebagai penjaga kastel terakhir.

Ketika Cinta Ingin Kau Sematkan, Ajaklah ke Gili Air

image

Namanya juga baru berencana menyatakan cinta, jangan buru-buru diajak ke gili-gili yang lebih sepi seperti Gili Nanggu atau ke gili hura-hura seperti Gili Trawangan. Kau tidak ingin terlihat terlalu agresif atau sebaliknya terlalu perhatian, kan? Kau tahu sendiri bagaimana perempuan, kadang lebih tak bisa ditebak dibandingkan manuver sopir angkot. Di antara tiga gili yang populer di Lombok, Gili Air letaknya paling dekat dengan daratan, ukurannya juga lebih kecil, dan yang pasti tidak terlalu riuh oleh pelancong.

Apa cara terbaik menikmati waktu di sini? Lakukan yang paling klasik, berjalan menyusuri garis pantai dari ujung ke ujung, menemani mentari terbenam sambil duduk menyelonjor di batas ombak menjilati ujung kaki. Kau pasti tahu, senja selalu punya siasat untuk membuat waktu seolah berhenti sejenak untukmu seorang. Jika ada rahasia sendiri yang ingin kau jadikan rahasia berdua, sepertinya ini waktu yang tepat. Tak perlu mengeluarkan lembaran kertas contekan atau melirik quote cinta hasil googling, jika kau ingin ia menjadi orang yang menerimamu apa adanya, naturallah sejak hari pertama kau mengikatkan hati dengannya.

Seperti senja yang tak repot-repot bersolek memerah hanya jika ada kerumunan orang yang menantinya setiap sore. Sejingga atau sekelabu apa pun kondisinya, senja tetap akan muncul setiap petang.

Jika kau hanya sanggup berucap, “Aku mencintaimu, maukah kau menjadi kekasihku?” ya ucapkan saja. Jika ujung lidahmu penuh dengan kalimat, “Kau tahu mengapa ombak selalu kembali ke pelukan pantai? Tak peduli sejauh apa angin menariknya pergi. Karena ia tahu kebahagiaan terbesarnya adalah ketika bergulung pulang ke tepian. Begitupun aku, yang selalu merasa pulang setiap kali menatap kedalaman matamu. Maukah kau menjadi rumah bagi hatiku?” Ya luapkan saja. Tak ada benar salah dalam pernyataan cinta. Diterima atau tidak, tak perlu jadi alasan untuk tidak menikmati waktu yang tersisa sesudahnya. Toh laut dan senja sudah menemani hatimu mendewasa sekali lagi.

Saat malam tiba dan kafe-kafe makanan laut di tepi pantai mulai membawa peti-peti ikan segar ke meja bakaran, ajaklah ia merayakan hari kalian itu. Aroma makanan laut segar dan piza panggang kayu merajalela dari ujung ke ujung. Ada kafe yang memutar musik remix pemompa adrenalin, ada yang menampilkan akustik romansa dari seniman lokal, ada yang memasrahkan latar musiknya pada debur ombak malam yang menampar karang di ujung pulau. Kau pilihlah mana yang sesuai dengan resume hatimu sore tadi. Dia yang ada di dekatmu itu bisa jadi satu-satunya sosok yang kau kenal selain nama di tengah orang-orang asing di sekitarmu. Tak perlu ragu untuk menjemput pagi dengan hanya mengobrol dan berbagi sejarah masing-masing. Bercerita sampai lupa waktu. Modal awal untuk proses penyesuaian diri selanjutnya.

Saat Amarah Terasa Ingin Mencabik Cinta, Bekukan di Rinjani

image

Jika kau hidup di dunia nyata dan pasanganmu juga tidak sekadar anonim di dunia maya, akan ada masa ketika rasanya kau ingin mengirimnya jauh ke luar angkasa tanpa perlu buru-buru pulang. Dalam satu hubungan bukan hanya dua hati dua pikiran yang bertemu, melainkan juga dua egoisme yang masing-masing menjalani fase hidup dengan caranya masing-masing. Saat stok kalimat debat sudah habis dan kepala sudah lebih berasap dari bakaran sate madura, cepatlah mendinginkan diri. Sebelum terlambat karena terpancing kata putus.

Apa pun musimnya, Rinjani selalu dingin. Namanya juga pegunungan. Menyewa mobil sendiri akan jadi pilihan yang lebih menyenangkan. Dua jam perjalanan kota Mataram bisa kau manfaatkan untuk puas-puas adu argument, jambak-jambakan jika perlu. Aturannya cuma satu: sampai Rinjani sesi perang dunia ketiga harus berakhir. Datanglah sebelum sore, lalu parkir mobilmu dekat gerbang masuk air terjun Sendang Gile. Ada ratusan tangga yang harus kalian lewati. Anggap saja ujian kecil menuju sesuatu yang sangat segar di bawah sana. Di beberapa bagian tangga berubah jadi sedikit curam dan kadang licin, jangan gengsi untuk meraih tangannya dan saling menguatkan. Bukankah itu yang kau butuhkan saat punggung diberati masalah?

Percaya padaku, saat derum suara air terjun mulai memenuhi telinga, semendidih apa pun isi kepala kalian, senyum pasti mulai mekar. Apalagi ketika titik-titik air mulai terbawa angin dan membasahi wajahmu, membalur lelahmu, melunturkan egomu. Magi Sendang Gile, bahkan sebelum kau benar-benar turun dan mencicipi airnya kau sudah akan merasa nyaman dan relaks. Rimbun hutan hijau di sekitarnya menjadi pelengkap suasana. Sudah, abaikan fakta kalian tidak bawa baju ganti, terjun saja, Sis! Kau bisa berkubang di sekitarnya, atau uji nyali berdiri tepat di bawah gerojokan air. Kau bisa berendam berdua, atau sekadar main air sampai kuyup.

Kalau kulitmu sudah mengerut dan kekasihmu mulai menggigil, naiklah lagi ke atas. Mampirlah di kedai-kedai kopi yang ada di sekitar sana, pesan kopi Lombok panas mengepul atau teh kental panas. Berdiskusi tentang di mana kalian akan menginap. Saranku? Tak jauh dari air terjun ada lodge berbentuk rumah-rumah kayu panggung yang ada di kanan jalan. Mereka tak punya banyak kamar, karena itu suasana selalu tenang. Jika kau beruntung dan datang pada bulan November, mungkin hanya kau dan kekasihmu yang menginap. Bentangan hutan dan lautan di kejauhan menjadi pemandangan utama saat kau membuka pintu kamar. Nikmati malammu dengan sederhana: lewat semangkuk mi kuah rasa soto sambil mengeja lagi makna kebersamaan yang sempat raib.

Saat udara dingin mulai jadi selimut malam, turunkan gengsimu, bekukan amarahmu, tarik ia dalam pelukanmu di bawah selimut tebal dan ranjang nyaman. Sisa malam bisa kau hangatkan dengan caramu sendiri, gaya bebas!

Berada jauh dari tempat yang kau sebut rumah, hanya dengan kekasihmu di sisian, akan membuatmu tahu ada di titik mana posisinya dalam garis hidupmu. Jika sudah sejauh itu langkah kalian, tapi bara tak kunjung padam, mungkin begitulah adanya. Paling tidak perpisahan diresmikan di titik tertinggi di Tanah Sasak. Mengembalikan cinta ke hati masing-masing dengan kepala dingin. Kau bahkan bisa berbagi patah hati bersama, sebelum pulang ke kota kalian dan kembali jadi dua orang pejalan asing dengan dua destinasi yang berbeda.

Agar Dunia Jadi Milik Berdua, Kayuh Sampanmu ke Gili Sudak

image

Jika kekasih saya saat itu bertanya, “Sayang, kamu mau hadiah apa?” saya pasti akan menjawab tanpa ragu, “Sa, aku mau hadiah PULAU INI!” Untunglah dia tidak bertanya, sibuk memoles sunblock sampai lima lapisan! Heran, kenapa perempuan sering lebih takut pada matahari daripada pada rambu lalu lintas.

Dibandingkan gili-gili lain yang lebih populer, Gili Sudak di daerah Sekotong sebenarnya lebih dekat dari bandara baru. Akomodasi ke kedua wilayah ini pun sama susahnya, jadi kalau ada kesempatan menyesap madu romansa di tempat yang lebih sepi, kenapa cari yang ramai? Kuncinya satu saja, usahakan pergi di bulan sepi seperti Maret atau Oktober agar benar-benar bisa mewujudkan semboyan klasik “dunia milik berdua, yang lain ngontrak”.

Saya dan Cleo melipir ke Sudak Oktober lalu. Menumpang mobil bak terbuka yang disopiri bapak tua penduduk asli Sekotong. Jalanan berkelok dengan perbukitan di sebelah kiri dan biru laut di sisi kanan, ditambah dongeng tentang tambang gunung emas dari Pak Tua, membuat perjalanan jadi semakin epik. Saya melirik ke arah Cleo, anak-anak rambutnya menari diembus angin dari jendela mobil. Rautnya antusias mendengarkan curhat sang bapak tua. Kau pasti pernah merasa sangat rindu kepada seseorang, padahal ia tepat berada di sebelahmu. Gravitasi cinta.

Kami diturunkan di tepi dermaga, tempat sampan nelayan lokal sudah menunggu untuk membawa kami ke tengah. Meninggalkan remah-remah kehidupan kota di belakang. Gil Sudak berdekatan dengan Gili Nanggu, hanya sekitar 30 kayuhan dayung. Keduanya punya deretan cottage berbentu rumah kayu. Bedanya, Gili Nanggu lebih besar dan pipa-pipa air tawar sudah mengalir lancar dari daratan. Kami memilih Gili Sudak, karena lebih kecil dan sepi. Saat kami merapat di pantainya, hanya kami berdua tamu mereka. Ini pulau kami! Rumah kayu panggung menghadap ke laut, dengan pepasir pantai sebagai terasnya, debur samar ombak selat sebagai latar musiknya, dan matahari terbit sebagai jam alamnya. Mau minta apa lagi selain ini?

Kami menghabiskan waktu dengan menceburkan diri ke tengah sepasukan ikan yang sedang berenang. Tak perlu snorkeling sampai ke tengah, di tepi saja kau sudah bisa asyik mengobrol dengan Nemo, Dory, dan ikan karang lain. Kau tak akan peduli lagi dengan lapisan sunblock-mu yang sudah menipis. Ketika kepala menyembul lagi ke udara terbuka, rasanya seperti segunung es masalah sudah mencair di dalam lautan. Relaks, ringan, nyaman. Ajaib, ya, cara alam menerapi kita tanpa bantuan modernitas.

Saat malam tiba dan karyawan cottage bersampan pulang ke daratan, praktis hanya ada kami berdua dan petugas malam di pulau ini. Dan, listrik tiba-tiba padam. Kami akhirnya merayakan gelap dengan cara klasik. Duduk di bangku panjang di pantai, mendongak ke langit dan mulai mencari-cari bintang penuntun impian bersama. Tentang hari-hari ke depan yang semoga selalu dituntun oleh pengertian, toleransi, dan kasih yang selalu hangat. Sambil membiarkan jemari bertaut dalam obrolan tentang kenangan saat kami pertama kali bertemu dan memori lama lainnya. Nostalgia adalah cara lain mengawetkan rasa, bukan?

(Freo, @rafilus_olenka)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

146 COMMENTS

  1. You’ll find undoubtedly a great deal of particulars like that to take into consideration. That is an excellent point to bring up. I provide the thoughts above as general inspiration but clearly you can find questions like the one you bring up where by far the most crucial factor are going to be working in honest good faith. I don?t know if greatest practices have emerged around items like that, but I’m positive that your job is clearly identified as a fair game. Each boys and girls really feel the impact of just a moment’s pleasure, for the rest of their lives.

  2. Hi! This is my very first comment on your website so I really wanted to give a quick shout out and say I truly enjoy reading through your posts. Can you recommend other sites that cover garageband free? I’m as well highly fascinated with this thing! Many thanks!

  3. I don’t even know how I ended up here, but I thought this put up was once great. I do not recognize who you are but certainly you’re going to a famous blogger in the event you are not already 😉 Cheers!

  4. You’re absolutely correct and I understand you. If you wish, we can also talk regarding double glazed upvc sash windows, something which intrigues me. The site is certainly awesome, all the best!

  5. I loved as much as you’ll receive carried out right here. The sketch is tasteful, your authored subject matter stylish. nonetheless, you command get bought an impatience over that you wish be delivering the following. unwell unquestionably come further formerly again since exactly the same nearly very often inside case you shield this increase.

  6. Thank you so much for discussing this, I bookmarked this site. I am also in search of info around Arvind Pandit, do you know the place where I can come across one thing such as that? I will come back in the future!

  7. Thank you, I ave just been looking for information about this subject for ages and yours is the greatest I ave discovered till now. But, what about the conclusion? Are you sure about the source?

  8. Thanks a ton for discussing this, I saved this page. I am additionally struggling to find guidance on thai lottery number, do you know exactly where I could discover a thing such as this? I will return in a little while!