We Can Actually Die of a Brokenheart!

2
283
views
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Do you know that you can actually die because of brokenheart? Like a real brokenheart? Like when your partner left and you die?

Yes, you can. That’s the fact.

Ada yang dinamakan broken heart syndrome, biasanya digambarkan sebagai sakit fisik pada daerah jantung dan dada, yang disebabkan oleh stres emosional akibat perpisahan atau kematian orang yang disayangi. Tidak berlebihan jika dulu Shakespeare menjadikan ‘kematian’ sebagai ending pada kisah Romeo dan Juliet.

Because the pain of losing someone we love is unbearable and even life is much more a misery than the death itself without the love one.

Okay, what am I talking about, I’m not someone who is pessimistic about life and love *sigh

So, anyway, salah satu broken heart syndrome yang dikenal adalah takotsubo cardiomyopathy pertama kali diperkenalkan di Jepang pada 1990, tentang kondisi sementara pada jantung. Takotsubo cardiomyopathy adalah kondisi melemahnya ventrikel kiri, ruang pompa utama jantung, biasanya disebabkan oleh stres secara emosional atau pun kondisi fisik yang sangat parah akibat sudden illness (penyakit mendadak), kehilangan orang yang dicintai, kecelakaan serius, atau bencana alam seperti gempa bumi. Itu sebabnya kondisi ini juga disebut stress-induced cardiomyopathy, atau sindrom patah hati. Gejala utama adalah nyeri dada dan sesak nafas.

Kabar buruknya adalah hal ini bisa menyebabkan rasa nyeri teramat sangat. Seperti yang dilaporkan, sekitar 20 persen pasien akan mengalami gagal jantung. Hal ini terjadi terutama pada perempuan. Hasil penelitian yang dilakukan di Amerika menunjukkan lebih dari 90 persen kasus yang dilaporkan terjadi pada wanita usia 58-75 tahun. Oh, woman! Mengapa kita memiliki hati yang lebih rapuh dari segala jenis mahluk yang ada di muka bumi? As if there is not enough problems in this world that circling around us, picking what lipstick color in the morning, for instance?! *sarcasm intended*

Tapi jangan khawatir! Kabar baiknya, hal ini bisa ditangani dan jarang hingga menimbulkan kematian. Lantaran sindrom tersebut bersifat sementara, maka treatment yang diberikan cukup standar, seperti pemberian aspirin dan obat-obatan untuk kelainan jantung. Pasien juga disarankan untuk lebih banyak berolahraga, mengubah gaya hidup, mengganti sudut pandang, dalam artian, kamu harus bisa move on dan memulai lagi dari awal. Ha!

Sebenarnya tubuh memiliki toleransi terhadap rasa sakit dan jantung serta memiliki mekanisme sendiri untuk pulih secara alami dan perlahan dari setiap gejala yang berhubungan dengan sindrom patah hati tersebut. Menurut penelitian tersebut, sebagian besar penderita kelainan fungsi systolic dan gerakan dinding ventrikel akan sembuh dalam waktu 1-4 minggu, dan sebagian penderita sindrom ini akan pulih sepenuhnya dalam jangka waktu 2 bulan.

Jadi, kalau saat ini lagi patah hati, ingat saja bahwa tubuh hanya membutuhkan waktu 2 bulan untuk kembali berfungsi normal. Ini juga berarti bahwa 2 bulan adalah waktu maksimal bagi kamu untuk meratapi nasib dan merasa sebagai orang termalang di dunia. Selebihnya adalah mind games. It’s you VS your mind!

One more important thing. Now we all know, we have fragile heart and we could lose our life because of it when it breaks. So pick someone worth your heart to give to.

(@tempejunkie)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

2 COMMENTS

  1. My spouse and I went here different web address and thought I may as well check things out. I like what I see so i am just following you. Look forward to checking out your web page for a second time.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here